Jalur Utama Semarang-Purwodadi Dialihkan Sementara Akibat Banjir di Gubug, Grobogan

Satlantas Polres Grobogan telah memasang rambu peringatan penutupan akses jalan Jembatan Tuntang dan menerjunkan personel untuk berjaga di Bundaran Gubug, Grobogan, Selasa (6/2024). (foto: Dokumen Satlantas Polres Grobogan)

JoSS, GROBOGAN – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Selasa (6/2/2024), menyebabkan penutupan sementara jalur utama Semarang-Purwodadi.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Tejo Suwono, mengatakan bahwa banjir tersebut mengakibatkan tergenangnya akses jalan raya di wilayah tersebut hingga Selasa malam. Luapan Sungai Tuntang juga menyebabkan amblesnya pondasi jalan beton di sisi barat Jembatan Tuntang, dengan panjang puluhan meter di bagian kiri dan kanan.

“Kami laksanakan penutupan jalan dan alihkan arus lalu lintas akibat jalan tergerus luapan sungai Tuntang,” kata Tejo, Selasa (6/2/2024). Satlantas Polres Grobogan telah memasang rambu peringatan penutupan akses jalan Jembatan Tuntang dan menerjunkan personel untuk berjaga di Bundaran Gubug.

Pengendara diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui pertigaan Mintreng ke arah Kabupaten Demak dari Purwodadi, dan melalui perempatan pasar Karangawen menuju Kabupaten Demak dari arah Semarang. Satlantas Polres Grobogan juga sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Demak.

Banjir di Kabupaten Grobogan merendam setidaknya 2.662 rumah dan 56 hektar area persawahan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah pada Selasa (6/2/2024) pukul 12.00 menunjukkan bahwa banjir menggenangi 32 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Grobogan, dengan rincian 2.662 rumah terendam, area persawahan seluas 56 hektar, fasilitas pendidikan 6 unit, rumah ibadah 1 unit, 1 kandang sapi, serta rusaknya talud dan rabat beton.

Dikutip dari kompas.com, Kecamatan yang terdampak banjir meliputi Godong, Tawangharjo, Geyer, Tegowanu, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, Kedungjati, Tanggungharjo, Grobogan, dan Gubug. Banjir di Kecamatan Gubug juga menyebabkan terendamnya Jalan Raya Purwodadi-Gubug di sisi Barat jembatan, sehingga lalu lintas terputus.

Sementara itu, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Demak bergerak cepat untuk menjaga keselamatan masyarakat dari bahaya kelistrikan akibat banjir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, sejak Senin (5/2). Hingga Selasa (6/2) pukul 17.30 WIB, sebanyak 4 gardu masih padam dengan jumlah pelanggan terdampak sebanyak 384 pelanggan.

“Upaya pengamanan ini sekaligus juga untuk memastikan aset yang terkena musibah banjir tidak mengalami kerusakan yang parah sehingga bila banjir telah surut, pasokan listrik tetap aman,” ungkap Manager PLN UP3 Demak, Artika Hadi Wibawa, seperti dikutip dari Antara.

PLN menerjunkan 27 petugasnya untuk mengamankan dan mengawal pasokan listrik saat banjir melanda di wilayah Gubug. Sejumlah peralatan pendukung juga disiagakan untuk memulihkan jaringan listrik yang terdampak.

PLN mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kelistrikan apabila terjadi banjir, dengan menyarankan untuk segera mematikan listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) kWh Meter jika air mulai membanjiri rumah atau ada kebocoran air yang mendekati aliran listrik, mencabut peralatan listrik dari stop kontak, dan melaporkan serta meminta penghentian pasokan tenaga listrik sementara jika melihat potensi gangguan atau ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat potensi banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya.

“Fokus utama kami adalah mengamankan peralatan kelistrikan di lokasi banjir untuk keselamatan masyarakat dari bahaya sengatan listrik. Dalam situasi banjir, wilayah yang tergenang banjir sangat berbahaya jika aliran listrik tidak diamankan,” pungkas Artika. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*