
JoSS, BATANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang telah memulai pengecekan dan mitigasi di lokasi yang dianggap rawan terjadinya bencana, mengingat masuknya musim hujan menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan distribusi logistik untuk Pemilu yang akan datang.
Menurut Kordiv SDM Organisasi Pendidikan & Pelatihan Bawaslu Batang, Slamet Muarif, pengecekan dan mitigasi dilakukan di lokasi longsor jalan menuju Dukuh Gunung Alang, Desa Gerlang, Kecamatan Blado. Desa Gerlang merupakan desa tertinggi di Kabupaten Batang dan beberapa hari terakhir mengalami isolasi karena terputusnya akses jalan akibat longsor.
Tujuan dari pengecekan dan mitigasi ini adalah untuk memastikan keamanan dan aksesibilitas distribusi logistik Pemilu 2024 ke TPS 07 di Desa Gerlang, yang merupakan akses satu-satunya menuju pedukuhan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kendaraan roda empat sudah bisa melewati akses tersebut,” ungkap Slamet Muarif, seperti dilansir dari batangkab.go.id.
Desa Gerlang memiliki 13 TPS, salah satunya adalah TPS 7 di Dukuh Gunung Alang dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 292 pemilih.
Sementara itu, KPU Kabupaten Batang juga merilis data jumlah pemilih pemula sebanyak 71.966 warga. Data ini mencakup pemilih pemula yang tidak hanya berusia 17 tahun pada 14 Februari 2024. Ketua KPU Kabupaten Batang, Susanto Waluyo, menjelaskan bahwa pemilih pemula juga mencakup warga di bawah 17 tahun yang sudah menikah secara resmi, baik yang tercatat di KUA untuk warga muslim maupun di Disdukcapil untuk warga non-muslim.
Selain itu, pemilih pemula juga mencakup anggota TNI/Polri yang menerima SK Pensiun sebelum 14 Februari 2024 dan belum pernah menggunakan hak pilihnya sebelum mendaftar menjadi anggota.
Muhammad Subhi dari KPU Batang menambahkan bahwa fasilitasi untuk pemilih pemula akan sama seperti pemilih lainnya, dengan persyaratan membawa KTP-el atau KTP Digital serta undangan saat hari pencoblosan.
KPU Batang juga akan memberikan fasilitas khusus kepada pemilih dengan disabilitas, yang jumlahnya mencapai 2.800 jiwa. Fasilitas ini meliputi berbagai jenis disabilitas seperti fisik, intelektual, mental, sensorik wicara, sensorik rungu, dan netra. Bagi yang tidak mampu memilih sendiri, akan ada surat pernyataan pendamping yang dapat diminta oleh warga dengan disabilitas. (lna)

Leave a Reply