
JoSS, PYONGYANG – Korea Utara dikabarkan kembali melakukan peluncuran rudal balistik tak dikenal ke Laut Timur, Pada Minggu (14/1/2024). Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) mengonfirmasi tembakan tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
“Korea Utara menembakkan rudal balistik tak dikenal ke Laut Timur,” demikian keterangan Kepala Staf Gabungan Korsel, seperti dikutip AFP, Minggu (14/1).
Penjaga pantai Jepang juga melaporkan sebuah objek yang berpotensi rudal balistik diluncurkan dari arah Korea Utara, yang kemudian memicu imbauan kepada kapal-kapal di sekitarnya untuk berhati-hati.
Peluncuran rudal ini terjadi setelah serangkaian latihan tembak langsung oleh Korea Utara di dekat perbatasan maritim dengan Korea Selatan, yang telah memicu kekhawatiran di tingkat global. Bahkan, Seoul telah memerintahkan evakuasi warga di pulau-pulau terdekat sebagai langkah antisipasi.
Bukan tanpa alasan Korsel memerintahkan warganya evakuasi. Sebab belakangan Korea Utara bersiap perang pasca hubungannya dengan Korsel merenggang imbas intensifnya latihan militer bersama Korsel-AS serta peluncuran satelit mata-mata Korut yang membuat Seoul geram.
Korsel marah dengan peluncuran satelit tersebut karena menilai Korut telah melanggar perjanjian militer mereka serta resolusi Dewan Keamanan PBB.
Korsel sendiri telah memerintahkan evakuasi tersebut karena meningkatnya ketegangan pasca latihan militer bersama antara Korsel, Amerika Serikat, dan peluncuran satelit mata-mata oleh Korea Utara yang dianggap melanggar perjanjian militer dan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menanggapi hal ini, Korsel memutuskan untuk menangguhkan sebagian perjanjian militer 2018 antar Korea dengan tujuan meredam ketegangan kedua negara, namun Korea Utara membalas dengan membatalkan sepenuhnya perjanjian tersebut.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, juga telah menggenjot pembangunan persenjataan militer negaranya dan memperingatkan bahwa konflik bersenjata antara kedua Korea bisa pecah kapan saja. Dalam kunjungannya ke pabrik senjata, Kim Jong Un menyatakan bahwa Korea Selatan adalah “musuh utama” dan menegaskan prioritasnya untuk meningkatkan kemampuan militer dan senjata nuklir negaranya.
Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kini mencapai titik panas baru, dengan ancaman-ancaman perang yang terus dilontarkan oleh kedua belah pihak.
Kim Jong Un mengatakan meski Korut tidak akan “secara sepihak memicu konfrontasi”, negaranya tidak takut menghadapi perang.
“Jika Korea Selatan berani berupaya menggunakan angkatan bersenjata untuk melawan Korea Utara atau mengancam kedaulatan dan keamanan negara tersebut dan peluang tersebut datang, kami tidak akan ragu memusnahkan Korea Selatan dengan memobilisasi segala cara dan kekuatan yang ada di tangan kami,” ucap Kim Jong Un melalui laporan KCNA pada Rabu (10/1/2024). (lna)

Leave a Reply