
JoSS, SEMARANG – Jumlah kunjungan wisatawan pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), di Jawa Tengah mencatatkan rekor baru, yaitu sebanyak 1.570.255 orang. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan yang signifikan. Kunjungan wisnus naik 106,82 persen, sedangkan kunjungan wisman naik 250,97 persen
Data tersebut diperoleh dari 10 destinasi wisata favorit yang dikumpulkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1.553.528 orang, sementara wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 16.727 orang. Data ini mencakup periode dari 16 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan yang signifikan. Kunjungan wisnus naik 106,82 persen, sedangkan kunjungan wisman naik 250,97 persen,” ungkap Agung, dikutip dari jatengprov.go.id.
Destinasi wisata favorit wisnus selama libur Nataru didominasi oleh wisata religi. Destinasi terpopuler antara lain Kompleks Makam Sunan Kalijaga di Kabupaten Demak dengan 292.460 pengunjung, dan Masjid Raya Syech Zayid Surakarta dengan 250.000 pengunjung.
Sementara itu, destinasi favorit wisman termasuk Candi Borobudur Magelang dengan 10.485 pengunjung, Candi Prambanan Klaten dengan 3.184 pengunjung, dan beberapa destinasi lainnya.
Agung juga menyebutkan bahwa kenaikan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru dipengaruhi oleh pencabutan status pandemi Covid-19, optimalisasi promosi, serta upaya pemantauan dan peningkatan fasilitas di lokasi wisata.
“Selain itu, di awal Desember 2023 kami memberikan surat edaran kepada pelaku wisata, dalam mempersiapkan fasilitas wahana juga pendukungnya seperti musala, toilet dan parkir. Kita juga kerja sama dengan Polda Jateng terkait risk assesment, yang wahananya berisiko terhadap keselamatan,” jelas Agung.
Pihaknya terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dengan mengoptimalkan promosi melalui media digital dan kerja sama dengan influencer. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi sektor pariwisata di Jawa Tengah.
“Kita tingkatkan promosi, baik daya tarik wisata maupun sport tourism, juga kita dorong dampaknya luar biasa untuk turisme. Itu upaya kita agar kunjungan wisata mampu memberikan dampak ekonomi,” pungkas Agung. (lna)

Leave a Reply