
JoSS, SEMARANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Jawa Tengah, merencanakan pembangunan jalur khusus untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang akan dimulai pada tahun 2025.
Menurut Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakosa, lembaga donor Jerman berminat untuk membangun jalur khusus tersebut. Proses pembangunan jalur ini sudah melalui beberapa tahapan, termasuk pengusulan ke “Greenbook” Bappenas 2023.
“Ada dari lembaga donor Jerman yang mau bangun ‘dedicated line’ Trans Semarang. Rencana pembuatan jalur khusus moda transportasi Trans Semarang harus melewati beberapa tahapan, dan saat ini sudah pada pengusulan ke “Greenbook” Bappenas 2023,” kata Budi Prakosa saat Diskusi Proyeksi Awal Tahun di Balai Kota Semarang, Rabu (3/1/2024).
Dikutip dari Antara, rencana pembangunan jalur khusus BRT Trans Semarang meliputi penyusunan studi kelayakan pada November 2023 dan penyusunan dokumen lingkungan serta Andalalin pada Oktober 2023-Februari 2024.
Dari Timeline Rencana Pembangunan BRT Dedicated Line (jalus khusus), penyusunan “updating” studi kelayakan (feasibility study) dilakukan pada November 2023, dilanjutkan penyusunan dokumen lingkungan dan Andalalin pada Oktober 2023-Februari 2024.
“Yang jelas, sekarang lagi masuk ke proses Greenbook. Jadi, ini satu proses bahwa ‘loan’ dari lembaga donor sudah bisa disetujui Bappenas sehingga direncanakan dimulai 2025,” katanya.
Pembangunan jalur khusus ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi umum bagi masyarakat Kota Semarang. Budi juga menyebutkan bahwa jalur khusus tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp2 triliun dengan panjang koridor sekitar 17,4 kilometer.
Rencananya, jalur khusus Trans Semarang akan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Simpang Ngaliyan-Simpang Pedurungan, Stasiun Tawang-Tugu Muda, dan Simpang Lima-Jalan Veteran. Fokus awal pembangunan akan dimulai dari wilayah Banjir Kanal Timur (BKT) hingga kawasan Hanoman Semarang, meliputi jalan milik kota dan provinsi.
Budi juga menjelaskan bahwa pembangunan jalur khusus tersebut akan mempertimbangkan kembali rute yang optimal untuk meningkatkan efisiensi transportasi di Kota Semarang. (lna)

Leave a Reply