Gempa Jepang: 1.400 Penumpang Terjebak dalam Kereta Api 11 Jam, PLTN Aman

Wilayah Jepang bagian Tengah porak-poranda setelah dilanda gempa bermagnitudo 7.5 pada Senin (1/1/2024). (Foto: Kyodo News Via AP)

JoSS, KANAZAWA – West Japan Railway mengatakan empat kereta telah terdampar selama sekitar 11 jam akibat gempa dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang Semenanjung Noto pada Senin (1/1/2024). Kereta saat itu sedang menuju stasiun Kanazawa dan Toyyama.

Dikutip dari NHK, empat kereta cepat Hokuriku Shinkansen terdampar selama sekitar 11 jam setelah layanan kereta api dihentikan imbas gempa pada Senin pukul 16.10 waktu Jepang. Sekitar 1.400 penumpang terperangkap di dalam kereta api tersebut.

Pada Selasa pukul 4 pagi waktu setempat, empat kereta tersebut dikabarkan telah mencapai stasiun Toyama atau stasiun Kanazawa. Penumpang diperbolehkan tetap berada di dalam kereta hingga operasi normal kembali.

Pihak operator mengatakan staf memberikan makanan kepada penumpang yang terjebak. Listrik dan AC juga tetap berfungsi.

Perusahaan mengatakan pihaknya berencana melanjutkan penangguhan layanan antara stasiun Nagano dan stasiun Kanazawa hingga sekitar tengah hari pada Selasa.

Gempa bumi dahsyat mengguncang Semenanjung Noto di pantai barat laut Jepang, diikuti oleh lebih dari 50 gempa susulan. Gempa dengan magnitudo 7,6 ini menewaskan setidaknya enam orang dan memicu peringatan tsunami yang meluas.

Sebanyak sembilan penerbangan yang menghubungkan kota-kota termasuk Tokyo dan Osaka, serta prefektur Ishikawa, Niigata, dan Yamagata telah dibatalkan pada Selasa.

Empat penerbangan yang menggunakan Bandara Noto di Ishikawa telah dibatalkan. Hal ini dikarenakan masih belum ada kejelasan kapan landasan pacu dan gedung terminalnya dapat digunakan.

Sementara itu, Korban tewas kini mencapai 30 orang akibat gempa magnitudo 7,5 yang melanda Jepang bagian tengah, Senin (1/1). Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di seluruh pantai barat Jepang.

CNN melaporkan pejabat Kota Wajima, Prefektur Jepang, Ishikawa, mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 15 orang hingga selasa. Gubernur Ishikawa terus melakukan pendataan mengenai korban tewas dan luka-luka di wilayahnya sejauh ini.

Sementara itu, dilansir CNN, lebih dari 100 rumah dan pertokoan kebakaran tak lama setelah gempa terjadi. Kebakaran besar terjadi di pusat Kota Wajima pada Senin malam setelah gempa terjadi. Wajima merupakan kota pesisir yang dekat dengan pusat gempa di Ishikawa.

Gempa M 7,4 sempat memicu peringatan tsunami di sepanjang pantai barat Jepang dari Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Namun, JMA mencabut seluruh peringatan tsunami usai gempa berkekuatan M 7,5 mengguncang pesisir barat negara tersebut pada Senin (1/1).

Lembaga penyiaran NHK melaporkan JMA memprediksi gempa susulan kemungkinan masih bisa terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan. Otoritas Jepang juga tetap mewanti-wanti warganya terutama di wilayah-wilayah dekat pesisir Laut Jepang soal kemungkinan gempa susulan yang berpotensi memicu gelombang tsunami.

Total 21 kali gempa di atas magnitudo 4,0 mengguncang Jepang sejauh ini pada Senin (1/1) waktu setempat.

Sementara itu, Pemerintah Jepang menyatakan tak ada kelainan di pembangkit listrik tenaga nuklir di Ishikawa. Wilayah itu sendiri telah dihantam tsunami usai gempa.

“Telah dipastikan bahwa tidak ada kelainan di pembangkit listrik tenaga nuklir Shika (di Ishikawa) dan stasiun lainnya hingga saat ini,” kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi seperti dilansir AFP.

Sebanyak 30 ribu rumah dan bangunan di Prefektur Ishikawa, Niigata, dan Toyama terpaksa mengalami mati listrik hingga beberapa jam imbas gempa dahsyat.

Dikutip dari AFP, gempa juga memicu peringatan tsunami hingga ke Rusia dan Korsel
Pulau Sakhalin di Rusia yang dekat Jepang dan Kota Vladivostok juga berada dalam status ‘waspada’ tsunami. Peringatan tsunami dikeluarkan usai gempa dengan M 7,5 terjadi di Jepang.

Layanan darurat di Sakhalin menyatakan ‘peringatan tsunami’ dan mengatakan pantai barat pulau itu ‘mungkin terkena dampak gelombang tsunami’. Pemerintah kota di Vladivostok juga mengumumkan peringatan dan memerintahkan para nelayan ‘segera kembali ke pantai’. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*