Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melejit, Pemerintah Mendorong Penggunaan Masker

Ilustrasi pandemi Covid-19 di Asia. (foto: setnasasean.id)

JoSS, SINGAPURA – Kasus Covid-19 di Singapura mengalami lonjakan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit pun mulai sesak oleh pasien Covid-19. Sebuah video yang menunjukkan penuhnya UGD di Outram Community Hospital telah beredar luas, menunjukkan beberapa pasien bahkan harus menunggu untuk mendapatkan tempat tidur.

Lonjakan kasus ini terjadi pada minggu terakhir bulan November, yang merupakan minggu dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi yang tercatat pada tahun 2023 hingga saat ini.

Seorang pensiunan berusia akhir 70-an mengungkapkan pengalamannya keluar dari Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) setelah dirawat selama tiga malam karena infeksi paru-paru. Dia mengungkapkan kesulitan menemukan tempat tidur di bangsal karena sudah terisi penuh.

Dalam jawabannya kepada The Straits Times, pejabat ketua Divisi Kedokteran di SGH Geoffrey Samuel menyatakan bahwa pasien dari UGD dapat ditempatkan di bangsal sementara di Outram Community Hospital sambil menunggu masuk. Meskipun lingkungan fisiknya mungkin tidak ideal, pasien dijamin menerima perawatan medis yang sama seperti di bangsal normal.

Di samping itu, Malaysia juga mengalami kenaikan kasus Covid-19. Menteri Transportasi Anthony Loke mengungkapkan bahwa pemerintah menganjurkan masyarakat untuk kembali memakai masker, termasuk di transportasi umum, namun hal ini masih bersifat anjuran, bukan kewajiban.

Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad menyebut bahwa pemerintah tidak berencana menerapkan kembali pembatasan seketat saat puncak pandemi Covid-19, meskipun terjadi peningkatan kasus.

Kasus Covid-19 di Malaysia saat ini masih terkendali, dengan fasilitas kesehatan tidak terbebani oleh lonjakan jumlah pasien yang memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, terdapat 20.696 kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir, menunjukkan peningkatan dari pekan sebelumnya. Meskipun demikian, sebagian besar kasus adalah pasien berisiko rendah yang tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*