Kasus Influenza di Jepang Mengganas, Masyarakat Diingatkan untuk Waspada

Ilustrasi. Kasus influenza di Jepang naik drastis. (Foto: CNN)

JoSS, TOKYO – Pemerintah Jepang menghadapi tantangan serius dengan melonjaknya kasus influenza, mencapai level peringatan yang tidak terjadi sejak 10 tahun terakhir.

Otoritas kesehatan setempat merilis data terbaru mencatat bahwa di sekitar 5 ribu institusi, sebanyak 166.690 orang dilaporkan menderita influenza dalam sepekan hingga 10 Desember.

Rata-rata kasus per fasilitas mencapai 33,72 orang, melampaui level peringatan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, yaitu 30 orang per fasilitas.

Dilansir dari The Japan Times, peningkatan kasus ini mengkhawatirkan dan dianggap sebagai indikasi penurunan kekebalan terhadap influenza di antara warga Jepang, terutama setelah penurunan kasus influenza dalam beberapa tahun terakhir yang diikuti oleh maraknya pandemi Covid-19.

Institut Nasional Penyakit Menular memperkirakan bahwa jumlah pasien influenza di seluruh Jepang mencapai sekitar 1.118.000 dalam periode yang sama. Penyebaran yang cepat ini membuat beberapa ahli menduga bahwa virus influenza mulai menyebar lebih awal dari biasanya, sekitar sebulan sebelum musim influenza biasanya dimulai.

Selain menghadapi lonjakan kasus influenza, Jepang juga sedang menghadapi peningkatan kasus Covid-19. Dalam tiga pekan berturut-turut, tercatat penularan dan infeksi yang signifikan. Para ahli memperingatkan kemungkinan penyebaran kedua dari kedua virus ini menjelang perayaan Tahun Baru.

Pemerintah Jepang telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menutup sekolah dan kelas di 6.382 fasilitas pendidikan untuk mencegah penyebaran virus. Penutupan ini berlangsung hingga Minggu (17/12), dan masyarakat diingatkan untuk mengikuti langkah-langkah individu dalam mencegah infeksi, seperti mendapatkan vaksinasi, mengenakan masker, dan menghindari tempat-tempat ramai.

Virus influenza sendiri biasanya menyebar di musim dingin dan akhir musim semi. Namun tahun ini penyebarannya cukup berbeda yakni dimulai dari Agustus.

“Langkah-langkah individu untuk mencegah infeksi sama dengan Covid-19, yaitu mendapatkan vaksinasi, mengenakan masker, dan menghindari tempat-tempat ramai,” kata kepala Institut Kesehatan Masyarakat Kota Kawasaki, Nobuhiko Okabe. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*