
JoSS, KENDAL – Kabupaten Kendal mengajak para pegiat media sosial (medsos) untuk berperan aktif sebagai relawan Patroli Cyber dalam mengawasi konten di media sosial terkait Pemilihan Umum 2024.
Langkah ini diumumkan oleh Kepala Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kendal, Muhammad Habibi, pada acara Deklarasi Relawan Patroli Cyber di Hotel Sae Inn pada Selasa (12/12/2023).
Muhammad Habibi menjelaskan bahwa relawan medsos akan menjadi bagian dari Gugus Tugas Pengawas Konten Internet di media sosial, berperan sebagai pengawas partisipatif dalam mengawasi konten internet terkait Pemilu 2024.
Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran berita hoaks dan kampanye hitam di media sosial yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran Pemilu.
“Para relawan akan memberikan laporan kepada Bawaslu jika menemui berita negatif tentang Pemilu di medsos. Mereka juga dapat bertindak langsung dengan memberikan komentar pada berita negatif tersebut, sehingga dampaknya bisa diredam,” tambahnya.
Mantan Ketua Bawaslu Jateng, Muhammad Fajar Subhi Abdul Kadir Arif, sebagai narasumber dalam acara tersebut menyatakan bahwa kerjasama dengan para pegiat medsos merupakan langkah yang positif. Hal ini bertujuan untuk memperkuat jejaring kelompok masyarakat yang bersedia terlibat sebagai pengawas partisipatif, khususnya dalam mengawasi media sosial.
“Medsos memiliki potensi besar untuk menyampaikan informasi, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk menyebarluaskan informasi SARA, hoaks, dan kampanye hitam. Oleh karena itu, kehadiran para pegiat medsos dalam Patroli Cyber akan membantu Bawaslu dalam mengintensifkan pengawasan medsos,” ungkapnya.
Arif berharap agar para relawan medsos dapat berperan memberikan informasi positif kepada masyarakat, mengajak mereka untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan konstruktif. Dengan demikian, upaya bersama ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul menjelang Pemilu 2024. (lna)

Leave a Reply