Dishub Jateng Isyaratkan Buka Rute Trans Jateng Hingga ke Terminal Lasem

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memberikan signal akan membuka jalur Trans Jateng hingga wilayah Lasem. (foto: radarkudus.jawapos.com)

JoSS, REMBANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memberikan sinyal positif terkait pembukaan jalur Trans Jateng yang akan melibatkan wilayah hingga Terminal Lasem. Sinyal ini muncul saat rombongan Dishub Jateng melakukan kunjungan ke Rembang untuk membahas penyerahan aset daerah terminal Lasem ke Provinsi Jawa Tengah.

Rencananya, rintisan jalur ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2024 mendatang dengan rute awal dari Kudus menuju Pati. Meskipun rute awalnya terbatas hingga Pati, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Setyo Irawan, tidak menutup kemungkinan untuk meluas hingga mencakup wilayah Lasem, Rembang.

“Meskipun ini baru tahap rintisan, trayek awalnya memang dari Kudus ke Pati. Tapi tidak menutup kemungkinan akan diteruskan hingga terminal Lasem,” ujar Setyo Irawan, seperti dikutip dari radarkudus.

Kabid Jaringan Transportasi dan Kereta Api, Joko Setyawan, menyatakan optimisme bahwa rute trayek Kudus-Pati pada proyek Trans Jateng dapat direalisasikan dan bahkan dikembangkan hingga mencakup wilayah Lasem. Namun, pembangunan fisik rencana tersebut baru dapat dimulai pada tahun 2025 mendatang setelah selesai studi Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2024.

“Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus operasional terlebih dahulu sebelum memasuki tahap pengembangan,” ungkap Joko.

Selain memberikan manfaat dalam sektor transportasi, Joko menyoroti fungsi terminal yang kini berkembang bukan hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi. Dengan harapan bahwa trayek Kudus-Pati dapat beroperasi dengan lancar, diinginkan agar proyek tersebut dapat diteruskan hingga mencakup wilayah Lasem.

“Sekarang, dengan pengembangan terminal, dampaknya tidak hanya terbatas pada sektor transportasi, tetapi juga mampu memberikan dorongan positif bagi perekonomian. Meski demikian, kita masih fokus pada tahap operasional terlebih dahulu sebelum memasuki fase pengembangan berikutnya,” tambah Joko. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*