Perkuat Kesiap-siagaan Hadapi Banjir, Pemerintah Kota Semarang Pasang 19 Early Warning System

Genangan banjir rob di Jalan Kaligawe, Kecamatan Genuk Semarang arah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terjadi awal November lalu. (foto: kompas.com)

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, terus meningkatkan kesiap-siagaan menghadapi potensi bencana banjir pada musim hujan mendatang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah berhasil memasang sebanyak 19 sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang berfungsi sebagai detektor ketinggian air di lokasi rawan banjir.

Menurut Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, EWS bertujuan untuk mendeteksi potensi banjir lebih dini sehingga dapat diambil langkah-langkah mitigasi yang efektif. “Kami sudah ada 19 titik EWS yang tersebar dari kelurahan hingga kecamatan. Semuanya berfungsi dengan baik,” ungkap Endro seperti dilansir dari Solopos.com pada Rabu (22/11/2023).

Meskipun demikian, Endro mengakui bahwa proses normalisasi sungai yang sedang berlangsung turut memengaruhi kondisi alat pendeteksi banjir tersebut. Dari 19 titik tersebut, enam di antaranya sedang menjalani proses maintenance atau perbaikan.

“Beberapa titik masih dalam proses maintenance karena normalisasi yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pamal-Juana (BBWS). Titik-titik tersebut terletak di Meteseh, Wonosari, Karangroto, Bendung Plumbon, Mangkang Kulon, dan Pudak Payung,” jelasnya.

Tak hanya itu, Endro juga mengakui bahwa masih ada beberapa daerah rawan banjir yang belum terdapat EWS atau menjadi blank spot. Meski begitu, pihaknya belum merinci daerah mana saja yang termasuk dalam kategori tersebut.

“Masih ada beberapa wilayah yang membutuhkan EWS, dan rencananya akan dipasang pada tahun 2024,” tambahnya.

Selain pemasangan EWS, BPBD Kota Semarang juga fokus pada peningkatan potensi kesiap-siagaan bencana. Adapun 19 EWS yang dipasang tersebut tersebar di lokasi rawan banjir, seperti Meteseh, Wonosari, Karangroto, Pudak Payung, Tugu Suharto, Banjir Kanal Timur (BKT), Mayangsari, Intake Jatibarang, Kali Banger RS Pantiwiloso Citarum, Kali Siangker 1, Kali Siangker 2, Kali Tenggang Kaligawe, Kali Sringin Terboyo, Kali Silandak Kembangarum 1, Kali Silandak Kembangarum 2, Bendung Plumbon, dan Mangkang Kulon.

Tiga kecamatan, yaitu Genuk, Semarang Utara, dan Tugu, mendapatkan perhatian khusus karena diidentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk akibat banjir dan meningkatkan respon cepat dalam penanganan bencana. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*