Pemkot Semarang Rencanakan Peremajaan Armada BRT Trans Semarang untuk Peningkatan Efisiensi Layanan

Armada Trans Semarang koridor utama ketika memasuki halte. Terlihat armada koridor 6 dan koridor 2 memasuki halte Kagok. (foto: flickr.com)

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana melakukan peremajaan pada armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang pada tahun 2024 guna meningkatkan efisiensi pelayanan moda transportasi massal ini.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan berbagai kajian oleh Dinas Perhubungan setempat sebelum melakukan peremajaan armada Trans Semarang.

Proses peremajaan armada melibatkan beberapa aspek, seperti kajian rute, komposisi bus, dan kapasitas bus di berbagai koridor yang dilayani oleh Trans Semarang. Hevearita menyatakan bahwa kajian tersebut akan dilakukan menyeluruh di seluruh koridor, termasuk pertimbangan untuk mengganti mikrobus di koridor tertentu.

Wali Kota menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidakoptimalan pemanfaatan armada BRT pada beberapa jam tertentu. “Kalau saya lihat (Bus Trans Semarang) di jam-jam tertentu kosong. Ini tidak efektif, sehingga saya minta untuk dikaji semua,” ujar Ita, sapaan akrab Walikota Semarang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/11/2023)

Dalam konteks efisiensi, penggantian armada dengan ukuran lebih kecil menjadi salah satu opsi yang akan dievaluasi. Hevearita menekankan perlunya memastikan bahwa setiap penggantian armada harus didasarkan pada hasil kajian terhadap okupansi armada BLUD Trans Semarang.

“Untuk koridor yang sepi, mungkin pakai ‘feeder’ bisa lebih efisien. Kalau tetap menggunakan bus tetapi tidak ada penumpang kan sayang juga. Okupansi manajemen penumpang harus dihitung,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menegaskan bahwa proses kajian peremajaan armada melibatkan konsultan agar hasilnya lebih komprehensif. Beberapa aspek yang akan dikaji dengan para ahli meliputi penggantian bus medium dengan mikrobus, analisis biaya operasional kendaraan (BOK), dan pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar.

Haris Setyo Yunanto menambahkan bahwa peremajaan armada dapat membawa manfaat dalam penghematan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta BOK.

Salah satu koridor yang akan dievaluasi adalah Koridor 7 yang melayani rute Balai Kota Semarang-Eks Terminal Terboyo PP, dan rencananya akan ditambah satu koridor lagi dengan konsep sub-feeder.

“Nanti akan dihitung BOK-nya (biaya operasional kendaraan) dulu, termasuk pengaruhnya ke konsumsi bahan bakar atau operasional dan lainnya. Apabila peremajaan dilakukan  maka akan makin rendah dalam menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan BOK,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*