
JoSS, SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III-2023 mencapai 4,92 persen secara year-on-year (yoy).
Meskipun pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan Triwulan sebelumnya, tetapi tetap menunjukkan perkembangan ekonomi yang positif. Pada Triwulan II-2023, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,24 persen, sementara pada Triwulan III-2022, pertumbuhan mencapai 5,27 persen.
Kepala BPS Provinsi Jateng, Dadang Hardiwan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kumulatif (c-to-c) di Triwulan III-2023 mencapai 5,07 persen. Jawa Tengah mencatat pertumbuhan di atas rata-rata provinsi di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta (5,00 persen), Jawa Timur (5,02 persen), dan Jawa Barat (4,94 persen). Ini menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat baik di Jawa Tengah.
“Pertumbuhan ekonomi yang baik di Jateng disebabkan oleh pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, dan pembangunan di kawasan industri. Lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,51 persen, dengan realisasi pengadaan semen meningkat sebesar 39,91 persen dibandingkan dengan Triwulan II-2023,” jelasnya dalam konferensi pers, dikutip dari jatengprov.go.id, Senin (6/11/2023).
Selain itu, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi juga mengalami kenaikan sebesar 3,36 persen, dengan pertumbuhan pinjaman sebesar 2,13 persen dan pendapatan asuransi naik sebesar 5,96 persen.
Dari segi struktur ekonomi, lapangan usaha industri pengolahan mendominasi struktur pada Triwulan III-2023 dengan kontribusi sebesar 33,74 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) mendominasi dengan kontribusi sebesar 60,80 persen.
“Pentingnya peran sektor ekonomi ini dalam menggerakkan perekonomian Jawa Tengah di Triwulan III-2023 merupakan indikasi positif, yang menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat, dukungan dunia usaha, dan stimulus pemerintah berjalan optimal di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar Dadang.
Lebih lanjut Dadang menuturkan, selain pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan, BPS Jateng juga melaporkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2023 sebesar 5,13 persen, turun sebanyak 0,44 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022.
Hal ini mengindikasikan peningkatan lapangan kerja dan perbaikan perekonomian Jawa Tengah. “Jumlah angkatan kerja juga bertambah, mencapai 21,07 juta orang, meningkat sebesar 1,59 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2022, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat sebesar 0,88 persen poin, mencapai 71,72 persen,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply