
JoSS, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang merasa terbantu dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang didirikan oleh Kementerian Tenaga Kerja melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.
Meskipun Pemkab Batang memiliki Balai Latihan Kerja sendiri, BLK Komunitas menjembatani warga Batang mendapatkan pelatihan yang lebih spesifik sehingga tidak tergantung pada anggaran terbatas pemerintah daerah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang, Rahmat Nurul Fadilah, menyatakan bahwa terdapat 28 BLK Komunitas yang tersebar di wilayah Kabupaten Batang. BLK tersebut bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat sesuai dengan keterampilan kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan peluang untuk membuka usaha mandiri.
“Dari pelatihan ini, harapannya bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa untuk memenuhi syarat masuk ke dunia kerja industri,” jelasnya, seperti dikutip dari batangkab.go.id.
Tidak hanya itu, lanjut dia, pemerintah juga mendorong peserta pelatihan untuk membuka usaha mereka sendiri. Contohnya, ketika BLK Komunitas membuka pelatihan tata boga, peserta pelatihan tidak hanya dapat bekerja di industri tata boga, tetapi mereka juga bisa mendirikan usaha jasa katering.
Rahmat Nurul Fadilah menekankan bahwa BLK Komunitas memiliki kesamaan dengan BLK milik Pemkab Batang. Pada akhir pelatihan, uji kompetensi dilakukan sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), karena sertifikasi uji kompetensi ini diakui oleh perusahaan.
Dengan adanya BLK Komunitas, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan keterampilan dan peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Batang serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan mendorong pelatihan yang lebih spesifik dan beragam, pemerintah menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja atau memulai usaha mereka sendiri, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kesamaan dengan BLK Batang yang ada memastikan bahwa pelatihan ini sesuai dengan standar yang diakui oleh perusahaan, sehingga peserta pelatihan memiliki keterampilan yang relevan dan kompeten di dunia kerja.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan membantu masyarakat Kabupaten Batang untuk lebih siap bersaing di pasar tenaga kerja dan membuka peluang usaha mandiri.
“Saya pastikan BLK Komunitas memiliki kesamaan dengan BLK milik Pemkab Batang. Dimana pada akhir pelatihan ada uji kompetensi yang sesuai standar BNSP, karena sertifikasi uji kompetensi itu yang diakui oleh perusahaan,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply