
JoSS, SRAGEN – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen pada Senin, 30 Oktober 2023.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi A yang dipimpin oleh Ketua Mohammad Saleh diterima oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu, Yuni Setyawati, dan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Sri Wiharini.
Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi A, Soetjipto, menyampaikan harapannya agar Bawaslu Sragen mendapatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Hal ini penting mengingat Bawaslu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki peran penting sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Anggaran yang mencukupi akan memastikan kelancaran pelaksanaan pemilu di daerah ini.
Selain itu, anggota Komisi A, Soenarno, menyoroti masalah perubahan data pemilih tetap (DPT), baik untuk pemilihan presiden (pilpres) maupun Pilkada. Soenarno menegaskan pentingnya memastikan bahwa data DPT sesuai dengan angka pemilihan nanti.
Menurutnya, selisih angka kecil saja dapat menjadi potensi kerawanan dalam penyelenggaraan pemilu. Ia juga menyebut isu tentang 53 juta pemilih fiktif secara nasional sebagai masalah serius yang perlu dicermati.
“Saya menegaskan soal DPT tetap harus menjadi perhatian besar. Jangan sampai datanya tak sesuai dengan angka pemilihan nanti. Selisih angka saja sudah menjadi titik kerawanan bagi terselenggaranya pemilu. Sekarang ini saja ada isu mengenai 53 juta pemilik fiktif secara nasional. Ini bukanlah permasalahan yang sepele,” ujar Soenarno dikutip dari dprd.jatengprov.go.id.
Yuni Setyawati, dalam menjawab perhatian tersebut, menjelaskan bahwa Bawaslu fokus pada pencegahan masalah pemilu, bukan hanya penindakan. Bawaslu telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan dalam pemilu mendatang. Terkait antisipasi data pemilih fiktif, Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) telah diberikan pemahaman tentang standar penanganan operasi yang dapat mereka terapkan.
Yuni Setyawati juga mengungkapkan bahwa terkait dengan anggaran hibah dari Pemerintah Kabupaten Sragen, total alokasi anggaran yang diberikan sebesar Rp 10,8 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan Bawaslu Sragen dalam menjaga integritas pemilu dan memastikan pelaksanaan pemilu yang bersih dan j transparent.
Kunjungan Komisi A DPRD Jawa Tengah ke Bawaslu Sragen merupakan langkah positif dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, serta memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan baik dan adil. Upaya untuk menjaga integritas pemilu dan meminimalkan risiko pemilih fiktif merupakan langkah penting dalam memperkuat demokrasi di daerah ini. (lna)

Leave a Reply