
JoSS, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) membuka program studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Program studi ini masuk dalam Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pada tahun ajaran baru mendatang, Prodi ini sudah bisa dipilih oleh calon mahasiswa.
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip sudah terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dengan kode prodi 13242 berdasarkan SK Rektor Undip nomor 89/UN7.A/HK/III/2023. Adapun pendaftaran melalui jalur UM (Ujian Mandiri) dimulai dari pendaftaran online, pembayaran dan cetak kartu pada 12 Mei s.d. 22 Juni 2023. Ujian online pada 24-28 Juli 2023. Adapun kelulusan diumumkan pada 4 Juli 2023. Untuk persyaratan lengkap, kunjungi website pmb.undip.ac.id.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr. Budiyono, SKM., M.Kes., menjelaskan perlunya dibuka prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Menurutnya, untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, terlebih dulu harus memiliki pemahaman dan keterampilan yang mencakup pengenalan, pengendalian terhadap faktor-faktor yang dapat membahayakan.
Dia merinci faktor yang dapat membahayakan fisik contohnya: kecelakaan mesin atau perangkat yang beraliran listrik, bahaya kimia,contohnya: paparan dari bahan kimia yang beracun), bahaya biologi (contohnya penyakit menular), juga faktor-faktor psikososial seperti stres kerja.
Dengan banyaknya risiko di lingkungan kerja tersebut, lanjutnya, maka semua sektor pekerjaan harus mengendalikan risiko tersebut agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan maupun mengancam keselamatan pekerja.
Untuk itu seluruh sektor pekerjaan membutuhkan tenaga yang profesional yang bertanggung jawab mengelola keselamatan dan kesehatan kerja. Hal tersebut yang mendorong perlu dibukanya prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menghasilkan lulusan guna merespon kebutuhan tenaga K3 tersebut.
“Pentingnya budaya K3 inilah yang mendasari Universitas Diponegoro membuka program studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berada di lingkup Fakultas Kesehatan Masyarakat,” jelas Budiyono, Selasa (16/5/2023), dilansir dari undip.ac.id.
Lebih lanjut, Budiyono menjelaskan bahwa lingkungan kerja yang baik dan SDM yang unggul bukan hanya dibangun dari regulasi semata, melainkan didukung pula dengan pemahaman dan kesadaran seluruh komponen yang ada didalamnya dalam menerapkan norma atau aturan, termasuk didalamnya adalah budaya K3 yang baik.
Sementara itu, untuk peluang kerja, lulusan S1 K3 nantinya banyak dibutuhkan di semua sektor bisnis, industri, jasa, pertambangan, dan pemerintahan, mengingat budaya K3 menjadi kewajiban bagi perusahaan maupun lingkungan kerja lainnya untuk menjamin hak pekerja/karyawan atas keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.
“Seluruh sektor pekerjaan membutuhkan tenaga yang profesional yang bertanggung jawab mengelola keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk itu, lulusan S1 K3 nantinya banyak dibutuhkan,” tuturnya.
Untuk diketahui, Menurut WHO (World Health Organization), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan dan keselamatan mental serta sosial bagi setiap pekerja pada semua bidang pekerjaan.
Aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi suatu upaya pencegahan atas gangguan kesehatan pekerja yang dikarenakan kondisi pekerjaan, perlindungan bagi masing – masing pekerja dalam menangani pekerjaannya dan berbagai macam resiko kerja lainnya yang merugikan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja.
Dalam lingkup perguruan tinggi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja mencakup seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan, termasuk juga stakeholder ataupun tamu yang berkunjung atau berada di kawasan kampus Universitas Diponegoro. (lna)

Leave a Reply