5 Mei Hari Bidan Sedunia Peran Penting Bidan Melestarikan Kehidupan Sejak Zaman Prasejarah

International Day of the Midwife
Ilustrasi (Science Photo Library)

HARI Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife (IDM) dirayakan setiap tanggal 5 Mei setiap tahunnya, sebagai bentuk penghormatan kepada profesi bidan yang selalu melayani masyarakat dalam kebidanan dan ginekologi.

Days of The Year menulis, sejarah kebidanan kembali ke zaman prasejarah. Bidan adalah mereka yang mempelajari proses persalinan dan berperan penting dalam melestarikan kehidupan selanjutnya.

Pada zaman dahulu, praktik bidan sangat erat kaitannya dengan perdukunan dan takhayul. Namun saat ini bidan sudah sangat mampu dan kompeten dalam membantu persalinan, bahkan disetarakan dengan dokter kandungan.

Meskipun ada pria yang berspesialisasi dalam kebidanan, tradisi ribuan tahun telah menjadikan bidang ini didominasi oleh wanita. Meskipun praktik kebidanan sempat menurun selama beberapa ratus tahun terakhir, ada peningkatan gerakan menuju persalinan di rumah yang membuat praktik ini lebih relevan dari sebelumnya.

Sementara itu melansir dari laman Kementerian Kesehatan, penetapan tanggal 5 Mei sebagai Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife sudah dimulai sejak tahun 80-an, tetapi secara formal diresmikan pada tahun 1992. Salah satu tujuan diperingatinya Hari Bidan Sedunia ini adalah untuk mengkampanyekan peran penting bidan dalam kehidupan manusia.

Selain itu, Hari Bidan Sedunia juga dimanfaatkan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas bidan yang ada saat ini di mana bidan memiliki peran yang sangat penting tidak hanya untuk wanita hamil tetapi juga untuk keluarga Indonesia.

Mengutip dari laman International Confederation of Midwives (ICM) perayaan hari bidan sedunia pada tahun ini mengusung tema “Together Again: From Evidence to Reality”. Tema ini diusung untuk merayakan kembali Hari Bidan Internasional setelah adanya pembatasan global karena pandemi yang berlangsung selama sekitar hampir 3 tahun.

Bidan tidak hanya punya peran yang sangat krusial untuk memeriksa, membantu merawat, dan juga membantu persalinan untuk wanita hamil. Bidan juga berperan dalam meningkatkan derajat wanita, seperti melalui pelayanan kontrasepsi, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Dilansir dari tempo.co, hasil survey pada tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 359 jiwa setiap 100 ribu kelahiran hidup. Salah satu kendala yang menyebabkan AKI di Indonesia cukup tinggi adalah distribusi jumlah bidan kompeten yang belum merata.(lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*