
JoSS, NEW YORK – International Business Machinesp Corp atau IBM bakal menyetop rekrutmen pekerja untuk sekitar 7.800 pekerjaan. Ribuan posisi tersebut akan digantikan perannya oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
CEO IBM Arvind Krishna mengatakan pihaknya akan menunda rekrutmen untuk divisi back office atau yang tidak berhubungan langsung dengan pelanggan, seperti bagian sumber daya manusia (SDM).
Jumlah karyawan total di divisi back office ini sekitar 26 ribu pekerja, dan 30 persen di antaranya akan digantikan AI dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya dapat dengan mudah memperkirakan 30 persen dari jumlah itu bisa digantikan oleh AI dan otomatisasi selama periode 5 tahun,” kata Arvind, dikutip Reuters, Selasa (2/5). Itu berarti akan ada 7.800 pekerjaan yang hilang digantikan AI.
Langkah produsen komputer terkemuka Amerika Serikat (AS) ini menunjukkan salah satu strategi pengelolaan tenaga kerja terbesar yang diumumkan oleh perusahaan dalam merespons pesatnya kemajuan teknologi.
Krishna menjelaskan tugas umum seperti menulis surat hingga memindahkan karyawan antar divisi dapat sepenuhnya dilakukan otomatis. Meskipun begitu, beberapa fungsi bagian SDM seperti mengevaluasi kinerja karyawan dan lainnya tidak bisa digeser perannya oleh AI setidaknya hingga satu dekade ke depan.
Sebelumnya pada Januari lalu, IBM Corp mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 3.900 karyawannya pada Rabu (25/1) lalu. Ini sekitar 1,5 persen dari jumlah karyawan globalnya yang mencapai 260 ribu orang.
Produsen komputer terkemuka Amerika Serikat (AS) ini mengambil langkah PHK lantaran penjualan beberapa aset dan penurunan kinerja perusahaan pada 2022 serta proyeksi 2023.
PHK massal ini terkait pemisahan bisnis Kyndryl, serta bagian dari unit AI, Watson Health, yang menimbulkan biaya US$300 juta selama periode Januari hingga Maret. CFO IBM James Kavanaugh mengatakan perusahaan masih berkomitmen untuk merekrut untuk divisi R&D untuk kebutuhan klien.
Kabar PHK ini membuat saham IBM turun 2 persen. Analis menyebut para investor mengharapkan langkah-langkah pemotongan biaya yang lebih dalam.
“Tampaknya pasar kecewa dengan besarnya PHK yang diumumkan, yang hanya berjumlah 1,5 persen dari tenaga kerjanya,” kata analis senior Investing.com Jesse Cohen seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (26/1).
Arus kas IBM pada 2002 sebesar US$9,3 miliar. Angka ini di bawah target perusahaan yakni US$10 miliar.
Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan akan konstan karena turunnya permintaan. Belum lagi, kekhawatiran klien yang akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi.
Pertumbuhan bisnis perangkat lunak dan konsultasi IBM melambat secara berurutan pada kuartal keempat 2022. (lna)

Leave a Reply