
JoSS, JAKARTA – Badan Meteorologi membagikan prediksi indeks ultraviolet sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia pada 26 April 2023 tertinggi, terutama terjadi Pada siang hari.
Dalam unggahan di akun Instagram @infobmkg, BMKG menampilkan berbagai foto indeks ultraviolet sinar matahari di berbagai tempat di Indonesia tiap sejam sekali.
Adapun indeks sinar ultraviolet tertinggi terjadi pada siang hari di berbagai wilayah Tanah Air, yang diperlihatkan dengan kode warna orange, merah, dan ungu.
BMKG pun tidak lupa memberikan imbauan tentang apa yang perlu masyarakat lakukan agar tetap bisa terlindungi dari sinar ultraviolet. Adapun indeks ultraviolet tinggi diperlihatkan dengan warna oranye, merah, dan ungu.
“Paparan sinar matahari tanpa pelindung memiliki tingkat bahaya tinggi. Diperlukan pelindung untuk menghindari kerusakan mata dan kulit dan terbakar dengan cepat,” demikian menurut BMKG.
Mengutip keterangan tentang indeks sinar ultraviolet (sinar UV) di laman BMKG, Selasa (25/4/2023), sinar ultraviolet adalah bagian dari gelombang elektromagnetik dari energi radiasi matahari pada pita 100-400 nm.
Radiasi yang menjangkau permukaan Bumi berada pada sekitar panjang gelombang 100 nm sampai dengan 1 nm.
Badan Meteorologi Dunia menyebut, sinar matahari yang kurang akan memengaruhi mood dan meningkatkan ancaman kekurangan vitamin D.
“Namun, jika menerima paparan sinar matahari berlebihan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan,” tulis Badan Meteorologi Dunia, dikutip dari laman BMKG.
Bahaya Sinar Ultraviolet
1. Bisa Sebabkan Kanker Kulit
Mengutip American Cancer Society, sinar ultraviolet dari paparan sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit. Salah satu jenis kanker kulit adalah melanoma yang cukup serius dan disebabkan oleh eksposur sinar matahari.
Banyak studi mengungkap, kanker kulit sel basal dan skuamosa juga dipengaruhi oleh banyaknya waktu yang dihabiskan di bawah sinar matahari, baik itu untuk rekreasi atau bekas luka bakar matahari.
Masih laman yang sama, karena sinar ultraviolet tidak menembus jauh ke dalam tubuh, kemungkinan kanker pada organ dalam belum diketahui. Namun beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan kaitan dengan beberapa kanker. Misalnya karsinoma dan melanoma mata.
2. Sebabkan Kulit Terbakar
Bahaya lain dari sinar ultraviolet bagi kesehatan adalah, sinar ultraviolet baik dari matahari maupun sumber buatan seperti tanning bed bisa menyebabkan kulit terbakar alias sunburn.
Dokter spesialis kulit dr Arini Widodo, SpKK menyarankan untuk menggunakan tabir surya dengan Sun Protection Factor atau SPF minimal 30, untuk melindungi kulit karena indeks sinar ultraviolet (UV) di Indonesia sedang tinggi. Agar kesehatan kulit terjaga, simak ulasannya di tips sehat kali ini.
“Gunakan tabir surya dengan SPF minimum 30, pastikan untuk diterapkan berulang kali terutama jika berkeringat atau berenang, sesuai dengan petunjuk,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu dikutip dari Antara pada Selasa (25/4/2023).
Ia menjelaskan, kadar SPF merujuk pada tingkat perlindungan yang diberikan. SPF 30 memberikan perlindungan 97 persen dari sinar UVB, sedangkan SPF 50 melindungi 98 persen, dan SPF 100 melindungi 99 persen.
Selain menyarankan pakai tabir surya dengan minimum SPF 30, Arini juga mengingatkan untuk pilih produk yang tahan air serta memberikan cakupan spektrum yang lebih luas. Artinya tidak hanya melindungi kulit dari sinar UVB, tapi juga UVA.
Oleskan tabir surya ke semua area kulit yang dapat terkena sinar matahari seperti wajah, leher, telinga, bagian atas kaki, dan kaki. Aplikasikan tabir surya setiap dua jam atau sesegera mungkin setelah berenang atau berkeringat.
“Orang yang terbakar sinar matahari biasanya tidak pakai tabir surya yang cukup, tidak mengaplikasikannya kembali setelah berada di bawah sinar matahari, atau menggunakan produk yang sudah kedaluwarsa,” tambah Arini.
Menurut anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu, penggunaan tabir surya sangat penting dilakukan. Sebab jika tidak, paparan UVA dan UVB dapat merusak DNA dalam sel kulit, menghasilkan cacat genetik, sehingga menyebabkan kanker kulit dan penuaan dini. (lna)

Leave a Reply