
JoSS, BOYOLALI – Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro 2022/2023 berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai sumber tenaga alternatif ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomis.
Hal itu didasari survei terhadap limbah bonggol jagung yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro tahun 2022/2023 di lingkungan sekitar Desa Kemusu, didapatkan banyak sekali bonggol jagung yang menumpuk dan dibiarkan atau dibakar begitu saja.
Briket merupakan sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang, briket gambut, dan briket biomassa.
Briket biasanya digunakan pada industri skala besar, home industri, rumah makan, hingga dalam sektor rumah tangga dan lainnya. Briket berfungsi sebagai bahan bakar padat yang merupakan bahan bakar alternatif yang dapat digunakan pada industri, home industri, rumah makan, rumah tangga dan lainnya.
Jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak, Briket memiliki banyak kelebihan seperti penggunaannya lebih hemat, dan ekonomis, aman dan ramah lingkungan.
“Program ini dimulai dari mencari limbah bonggol jagung yang tidak terpakai di sekitar desa serta membeli paralon untuk cetakan briket. Sebelum melakukan demonstrasi pembuatan briket kepada warga dusun ngrombo, kami melakukan uji coba terlebih dahulu di posko untuk mengurangi resiko gagalnya pembuatan briket saat demonstrasi,” kata salah satu anggota tim KKN, dilansir dari undip.ac.id.
Pembuatan briket dimulai dengan menjemur bonggol jagung hingga kering selama kurang lebih 2 hari. Setelah bonggol jagung tersebut kering lalu di dimasukkan kedalam tong besi untuk di bakar. Bonggol tersebut dibakar menggunakan minyak tanah hingga berwarna hitam namun tidak sampai menjadi abu.
Setelah selesai dibakar bonggol tersebut didiamkan terlebih dulu hingga tidak panas, lalu ditumbuk menggunakan ulekan hingga halus. Setelah halus dilakukan penyaringan agar ukuran partikelnya sama dan mudah untuk dicetak.
Selama menyaring remukan bonggol jagung, sebagian dari tim memasak tepung kanji yang dicampur dengan air hingga mengental, selanjutnya mencampur bonggol jagung yang sudah halus dengan adonan tepung kanji dengan perbandingan 2:1 lalu mencetak adonan tersebut dengan paralon yang sudah dipotong potong sepanjang 5 cm.
Setelah dicetak, briket dijemur selama 3 hari untuk menghilangkan kadar air yang masih terkandung dalam briket. Setelah briket kering, dicoba dengan membakar salah satu sampel dengan hasil yang diharapkan.
Pelaksanaan pembuatan briket dari bonggol jagung dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Januari 2023 pukul 10.00 – 12.00 WIB di halaman Masjid Baitul Izza. Tim KKN beranggotakan Muhammad Rizkivano Akbar, Vicky Gunawan Dianita Ekaputri, Muhammad Bagas Yunianto, Muhammad Raihan Nur Zaky, Silvia Enka Nirmalasari, Rizky Kurniawan Riyadi Putra, Achmad Maulana Arsyad Inamullah, Afwa Yasyfa Azzahra, Nabiila Aulia Az’zahra , Putra Bagus Septiadi.
Kegiatan ini dihadiri oleh partisipan sebanyak 20 orang warga Kemusu yang mayoritas merupakan buruh tani.
Menurut salah satu warga yang datang, kegiatan ini sangat berguna dan menambah wawasan mereka dalam memanfaatkan limbah jagung sekitar dan mengubahnya menjadi nilai ekonomis untuk usaha sampingan. (lna)

Leave a Reply