
SEJUMLAH penelitian menemukan ada korelasi antara peningkatan kasus diare di saat musim penghujan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karen Levy di Sekolah Kesehatan Masyarakat Rollins Universitas Emory menemukan peningkatan penderita diare seiring dengan pola curah hujan.
Dimana pengolahan air dan sanitasi yang baik dapat membantu meminimalisir jumlah penderita diare.
Para peneliti menemukan bahwa hujan lebat dapat meningkatkan penderita diare. Sedangkan, berkurang 26 persen ketika terjadi intensitas hujan ringan. Hal ini kemungkinan karena tinja tidak bisa menumpuk saat hujan intensitas ringan secara terus-menerus menghanyutkannya.
Namun pada beberapa kasus di beberapa daerah kumuh, tinja menumpuk di tanah dan di jamban yang tidak tertutup. Sehingga di saat musim hujan, feses tersebut tersapu bersamaan dengan air yang kemudian mengkontaminasi lingkungan sekitar yang mengandung patogen atau virus.
Diare bisa jadi salah satu penyakit yang disebabkan akibat pola makan yang tidak teratur dan kurang sehat.
Diare merupakan intensitas pergi ke kamar mandi lebih sering dan tinja encer dan berair. Ketika seseorang mengalami diare dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:
-Infeksi bakteri
-Sebuah virus
-Kesulitan mencerna hal-hal tertentu (intoleransi makanan)
-Alergi makanan (seperti penyakit alergi gluten) atau masalah makan
-Parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air
-Reaksi terhadap obat-obatan
-Penyakit usus, seperti penyakit radang usus
Melansir dari Hopkins pada Jumat (13/1/2023), mengobati diare dalam kebanyakan kasus, perlu mengganti cairan yang hilang.
Diperlukan juga, anda harus minum obat untuk melawan infeksi, seperti antibiotik. Bisa juga anda minum obat diare tablet yang dijual di Apotek, sesuai aturan pakai.
“Jika diare tidak diobati, Anda berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi berat dapat menyebabkan kerusakan organ, syok, dan pingsan (kehilangan kesadaran) atau koma,” tulis keterangan dalam Hopkins.
Meskipun sebagian besar kasus diare sembuh sendiri (terjadi dalam jangka waktu tertentu dan tingkat keparahan beragam), terkadang diare bisa menyebabkan komplikasi serius.
Sebagaimana diketahui, diare dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit (kehilangan natrium, kalium dan magnesium yang berperan penting dalam fungsi vital tubuh) dan gagal ginjal (tidak cukup darah atau cairan yang disuplai ke ginjal) .
Sekadar informasi, siapapun bisa terkena diare. Tidak jarang banyak orang mengalami diare beberapa kali dalam setahun.
Namun, diare bisa menjadi serius pada kelompok orang tertentu, termasuk anak muda, orang dewasa yang lebih tua (Lansia) dan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Hal yang perlu dipahami, anak mengalami diare, orangtua atau pengasuh jangan ragu untuk menghubungi petugas kesehatan. Diare bisa sangat berbahaya pada bayi baru lahir dan bayi. (lna)

Leave a Reply