
JoSS, DOHA – Kroasia sukses merebut juara ketiga Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-1 pada laga di Khalifa International Stadium, Sabtu (17/12/2022) dini hari. Seluruh gol tercipta di babak pertama.
Kroasia unggul terlebih dahulu melalui gol bek Josko Gvardiol pada menit ketujuh. Hanya berselang dua menit, Maroko mampu menyamakan kedudukan melalui gol Achraf Dari.
Mislav Orsic kembali membawa Kroasia memimpin setelah mencetak gol di menit ke-42. Kedudukan ini bertahan hingga babak pertama selesai.
Data statistik Livescore di babak pertama menunjukkan Kroasia menguasai jalannya dengan penguasaan bola 59 persen berbanding 41 persen. Kroasia mencatat 4 tembakan langsung ke arah gawang, sedangkan Maroko hanya 1 kali.
Babak kedua berjalan sedikit lambat dan tidak banyak peluang emas tercipta. Maroko yang tertinggal berusaha meningkatkan serangan, namun sukses dimentahkan barisan bek Kroasia.
Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Maroko, Azzedine Ounahi (menit 69) dan Selim Amallah (84).
10 menit terakhir pemain Kroasia terlihat memilih untuk bertahan dengan hanya meninggalkan satu penyerang di depan. Hal ini membuat pemain Maroko kesulitan menembus pertahanan Kroasia.
Menit ke-5 masa injury time, Maroko nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, sundulan Youssef En-Nesyri masih sedikit di atas mistar gawang lawan.
Data statistik Livescore menunjukkan Kroasia menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 51 persen berbanding 49 persen. Kroasia secara total mampu menciptakan empat tembakan langsung ke arah gawang dan enam tembakan di luar target. Sedangkan Maroko menciptakan dua tembakan langsung ke arah gawang dan lima tembakan meleset dari target.
Maroko dan Kroasia berada di dalam Grup F di babak penyisihan bersama Belgia dan Kanada. Maroko tampil sebagai juara grup dengan nilai 7 dari dua kali menang dan sekali seri. Sedangkan Kroasia mengumpulkan nilai 6 hasil dari sekali menang dan dua kali seri.
Di babak 16 besar, Kroasia mengalahkan Jepang melalui adu penalti dengan skor 3-1. Keduanya bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Sedangkan Maroko membuat kejutan dengan menyingkirkan Spanyol juga lewat adu penalti setelah keduanya bermain imbang di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Di babak 8 besar, giliran Kroasia membuat kejutan besar dengan menyingkirkan salah satu favorit juara Brazil juga dengan adu penalti dengan skor 4-2. Sementara itu, Maroko memulangkan Portugal dengan skor 1-0.
Di semi final, Kroasia tumbang di tangan Argentina dengan skor 0-3. Sedangkan Maroko kalah dari Prancis dengan skor 0-2.
Menjelang babak pertama berakhir, Kroasia kembali unggul berkat tendangan Mislav Orsic (42′). Skor tersebut bertahan hingga babak kedua berakhir.
Protes ke Wasit
Setelah laga usai pemain Maroko menyerbu wasit Abdulrahman Al Jassim. Singa Atlas tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Qatar itu.
Achraf Hakimi hingga Hakim Ziyech mendatangi Al Jassim seperti meminta pertanggungjawaban wasit 35 tahun itu. Ziyech bahkan sampai harus ditarik pelatih Walid Regragui agar menjauh dari Al Jassim.
Mengulas laga tersebut, beberapa keputusan Al Jassim layak diperdebatkan. Di antaranya soal Gvardiol yang dijatuhkan Sofyan Amrabat pada menit ke-74.
Dalam tayangan ulang kaki Amrabat mengenai kaki Gvardiol, sehingga bek Kroasia itu terjatuh di kotak penalti, namun tidak ada penalti dari Al Jassim.
Berikutnya giliran Maroko yang ‘dirugikan’ Al Jassim. Achraf Hakimi dijatuhkan Mario Pasalic pada menit ke-76, lagi-lagi tidak ada penalti dari Al Jassim. Al Jassim sempat meminta VAR, tetapi VAR tidak memutuskan penalti.
Protes keras kembali diberikan Maroko kepada Al Jassim ketika Youssef En-Nesyri dilanggar pemain Kroasia pada menit-menit akhir permainan. Meski gagal merebut posisi ketiga, Maroko merupakan salah satu fenomena di Piala Dunia 2022.
Sebelumnya ketika Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022, dunia Afrika, dunia Arab, komunitas muslim, memberi pujian untuk The Atlas Lions. (lna)

Leave a Reply