Menhan India Tuding China Langgar Garis Kontrol Aktual di Perbatasan Wilayah Yangtze

Garis Kontrol Aktual
Garis Kontrol Aktual (LAC) (Wikipedia)

JoSS, INDIA – Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, menuding China berusaha mengubah status quo Garis Kontrol Aktual di perbatasan Himalaya menyusul bentrok di Tawang, Arunachal Pradesh, pekan lalu.
Singh menyampaikan tuduhan itu saat di parlemen, Selasa (13/12/2022).

Dilansir dari AFP, Sigh menuturkan pada 9 Desember, Tentara Pembebasan Rakyat [PLA] berusaha mengubah status quo secara sepihak dengan melanggar Garis Kontrol Aktual, di wilayah Yangtse di sektor Tawang.

Dia menambahkan perselisihan di perbatasan itu menyebabkan tentara dari kedua negara mengalami luka-luka. Singh juga menjelaskan pasukan India berhasil memukul mundur tentara China.

“Perkelahian terjadi dalam pertarungan ini. Angkatan Darat India dengan berani mencegah PLA merambah wilayah kami, dan memaksa mereka mundur ke pos mereka,” ujar Singh.

Lebih lanjut, Menhan India itu menjelaskan pada 11 Desember komandan dari kedua pihak menggelar pertemuan membahas soal konflik di perbatasan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menyatakan hari ini kondisi di perbatasan sudah stabil. “Sejauh yang kami pahami situasi di perbatasan India-China stabil,” kata Wang.

Wang juga menjelaskan pembicaraan masalah perbatasan terjalin melalui saluran diplomatik dan militer. Diplomat China itu berharap New Delhi memiliki kesamaan pandangan dengan Beijing.

Selain itu, India bisa bersungguh-sungguh melaksanakan konsensus penting yang dicapai kedua pemimpin, secara ketat mematuhi semangat kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

“(Dan) bersama-sama menjunjung tinggi perdamaian dan ketenangan kawasan perbatasan China-India,” ucap Wang lagi.

Sebelumnya, tentara India dan China dilaporkan terlibat bentrokan di sektor Tawang, negara bagian Arunachal Pradesh, dekat perbatasan kedua negara pada 9 Desember lalu.

Seorang tentara India menuturkan sejumlah personel dari kedua belah pihak terluka akibat bentrokan paling mematikan sejak Juni 2020 itu. Meski begitu, belum ada laporan resmi soal insiden tersebut dan berapa jumlah pasti korban terluka.

“Kedua belah pihak segera menjauh dari daerah tersebut,” kata tentara itu pada Senin (12/12).
Ia menuturkan seorang komandan militer India segera menggelar pertemuan dengan mitranya dari China di daerah itu demi menyelesaikan bentrokan tersebut.

Namun, sejauh ini Kementerian Luar Negeri India enggan menanggapi laporan insiden itu. Kementerian Pertahanan India juga menolak mengomentari soal sejumlah tentaranya yang terluka dalam bentrokan tersebut.

Dikutip Reuters, baik Kementerian Luar Negeri China dan kedutaan besarnya di New Delhi juga enggan mengomentari laporan tersebut.

Untuk diketahui, India dan China berbagi perbatasan darat sepanjang 3.800 kilometer. Namun, situasi perbatasan pasang-surut.

Pada Juni 2020, pasukan India dan China terlibat pertempuran jarak dekat di Lembah Galwan, Ladakh. Lokasi ini dekat dataran Tibet yang dikuasai Beijing. Insiden itu menyebabkan 20 pasukan India dan sejumlah tentara China mengalami luka-luka. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*