Dalam satu Dekade Terakhir 91 Anak di Grobogan Terinfeksi HIV/AIDS, Ini Penyebabnya

91 Anak di Grobogan Terinfeksi HIV/AIDS
Ilustrasi

JoSS, GROBOGAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mencatat ada 91 anak di wilayahnya terjangkit HIV/AIDS. Kasus ini terjadi lantaran adanya penularan dan turunan dari orang tuanya.

Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Grobogan Gunawan Cahyo Utomo mengatakan mereka rata-rata usia 0-10 tahun.

”Ada 91 anak di Kabupaten Grobogan terindikasi terpapar HIV. Rata-rata disebabkan keturunan atau yang berasal dari pihak keluarga. Mereka rata-rata usia 0-10 tahun. Data tersebut temuan sejak 2002 hingga 2022 ini,” katanya dilansir dari rsi.abcnews.go.com.

Dengan temuan kasus infeksi HIV pada anak ini menandakan bahwa orangtua perlu mendapatkan akses pengetahuan dan layanan kesehatan pada anak-anaknya.

”Karena mereka biasanya akan tertular penyakit ini dari orangtuanya. Kalau dilihat lagi, juga adanya retensi pengobatan ARV yang rendah. Tentu ini menjadi tantangan besar lain yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Menurutnya, hingga Oktober 2022 tahun ini. Dinkes mencatat ada 150 kasus HIV/AIDS temuan. Jumlah tersebut naik dibanding tahun lalu dengan 96 ODHA.

Dalam mencegah terjadinya penyebaran, Gunawan gencar mengadakan kegiatan konseling dan tes HIV pada orang yang berisiko. Melalui Voluntary Counseling dan Testing (VCT).

”Kami mendekatkan layanan kepada orang yang berisiko. Kami sudah membuka layanan VCT di 30 puskesmas dan enam rumah sakit (RS). Kemudian layanan dukungan dan pengobatan (PDP) atau care support treatment (CST) yang meluas di 28 puskesmas dan RSUD dr Soedjati Purwodadi,” jelasnya.

Sementara itu dalam skala nasional, kasus HIV yang menimpa anak di Indonesia tembus hingga 12.553. Mayoritas berusia di bawah 4 tahun dengan angka kasus 4.764 orang. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, secara keseluruhan, anak-anak yang terinfeksi HIV itu berusia di bawah 14 tahun.

“Kalau dilihat jumlahnya, usia kurang dari empat tahun itu lebih dominan pada anak dengan HIV. Dan kalau dilihat dari total, itu ada sekitar 12.533 anak usia 14 tahun kebawah yang diketahui status HIV-nya,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Selasa (29/11/2022).

Adapun catatan data kasus HIV anak di Indonesia itu merupakan akumulasi dari 2020 hingga September 2022. Kasus HIV pada anak tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lainnya, seperti Amerika Serikat.

Dilansir dari Medical News Today, HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan beberapa jenis kanker. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*