
JoSS, UNGARAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Haerudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bersinergi dan berperan aktif dalam mencegah konflik sosial.
Menurutnya, konflik sosial berpotensi terus terjadi di masyarakat dan sulit dihilangkan. Hal itu dipicu oleh perbedaan pendapat, cara pandang dan latar belakang di masyarakat.
Untuk itu, lanjut Haerudin dibutuhkan deteksi dini dan penanganan terhadap potensi konflik sosial. Sehingga, masyarakat sipil harus dilibatkan melalui peningkatan sinergi, komunikasi, dan koordinasi secara rutin.
“Konflik itu gak bisa dihilangkan, mesti selalu ada konflik karena perbedaan pandangan, kepentingan, politik. Perbedaan itu berpotensi konflik apalagi berbeda suku dan agama. Tugas kita kita mengelolanya agar potensi konflik bisa dikendalikan atau bahkan dihilangkan sama sekali,” katanya dalam Forum Grup Discussion (FGD) bertema “Melalui Koordinasi dan Sinergitas Kita Tingkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial” yang digelar di Kafe Penggaron 13, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/11/2022).
Ia melanjutkan, dalam mencegah, meminimalisir, serta menyelesaikan konflik, Kesbangpol Jateng berusaha mengedepankan pendekatan dialog langsung kepada masyarakat. Hal ini untuk mengidentifikasi penyebab konflik dan mengetahui kebutuhan masing-masing pihak.
“Jadi kita melalui strategi pendekatan langsung kepada masyarakat, jadi identifikasi dulu persoalan awalnya seperti apa. Lalu kita coba penuhi kebutuhan mereka yang berpotensi menimbulkan konflik. Maka komunikasi masyarakat dan koordinasi dengan pihak terkait itu penting,” ucap Haerudin, dilansir dari indoraya.news.
Dalam kegiatan tersebut, Kesbangpol Jateng menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Komisi A DPRD Jateng Mohammad Saleh, Wakil Ketua DPD KNPI Jateng Bagus Suryokusumo, dan aktivis pemuda di Jateng Adib Ishlahuddin.
Selain itu, hadir pula sekitar 20 peserta yang terdiri dari pengurus organisasi masyarakat (ormas) dan kalangan akademisi. Dalam forum tersebut juga didiskusikan potensi konflik dan bagaimana penanganannya di Kabupaten Semarang.
“Seperti kasus di Kabupaten Semarang yang berpotensi konflik itu ada dua ya. Proyek nasional revitalisasi Rawa Pening dan Bendungan di Jragung. Tapi alhamdulillah dengan komunikasi yang baik dengan masyarakat bisa kondusif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jateng Mohammad Saleh mengapresiasi dan mendukung upaya Badan Kesbangpol Jateng terkait pelibatan aktif masyarakat sipil dalam mencegah terjadinya konflik sosial.
Namun ia mengingatkan bahwa di era kemajuan teknologi informasi ini, konflik sosial tidak hanya di dunia nyata. Melainkan dapat pula bersumber melalui dunia maya atau media sosial seperti hoaks dan konten provokatif.
“Terutama hoaks, apalagi ini menjelang tahun politik atau Pemilu 2024 mendatang. Maka kami imbau ada kebersamaan untuk menangkal hoaks yang bisa menimbulkan konflik. Mari ciptakan tahapan Pemilu yang damai,” ungkap Saleh. (lna)

Leave a Reply