Ganjar Siap Jadi Capres 2024, Airlangga Hartarto: Nanti Kami Bahas Dulu

Capres 2024
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten.

JoSS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pihaknya akan membahas kesiapan Ganjar Pranowo untuk maju menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Ya nanti kami bahas dalam periode tertentu, sebab Golkar besok mau ulang tahun pada 21 [Oktober],” katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Meski demikian, Airlangga enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah Ganjar masuk dalam radar dari partai berlogo pohon beringin tersebut untuk dicalonkan sebagai presiden atau tidak. Untuk diketahui, dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun televisi swasta, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan siap maju menjadi capres pada Pilpres 2024. Dia mengatakan akan selalu siap bekerja untuk bangsa.

“Untuk bangsa dan negara ini apa sih yang kita tidak siap?” kata Ganjar seperti yang disiarkan dalam kanal YouTube Beritasatu, Selasa (18/10/2022) malam.

Kendati demikian, dia sadar bahwa dirinya masih merupakan kader dari PDI Perjuangan (PDIP). Ganjar mengaku apakah PDIP akan mengusungnya atau tidak pada 2024 nanti. “Saya tidak tahu apakah partai cukup percaya dengan saya,” ujarnya diikuti tawa.

Pada 3 Oktober 2022, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga sudah mendeklarasikan Ganjar sebagai capres usungannya untuk Pilpres 2024. Menanggapi deklarasi tersebut, Ganjar tak mau banyak berkomentar.

Menanggapi hal itu, PDIP menyatakan akan memberikan sanksi kepada setiap kadernya jika menyatakan nama calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) sebelum ditetapkan oleh ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, hanya Megawati yang berhak menentukan capres dan cawapres yang akan diusung partai. Oleh karenanya, para kader tak boleh mendahului Megawati.

“Siapa pun yang menyebut nama capres atau cawapres dari PDI Perjuangan sebelum Ibu Megawati menetapkan calon akan diberi sanksi. Saya, Pak Djarot, Pak Rudi Solo dan seluruh kader Partai juga akan mendapat sanksi disiplin jika melanggar ketentuan tersebut,” jelas Hasto kepada awak media di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Terkait pernyataan Ganjar yang siap maju sebagai capres pada 2024, Hasto menganggap itu hanya sekadar kesiapan untuk ditugaskan partai. Menurutnya, setiap kader PDIP memang harus siap jika ditugaskan partai.

“Kalau saya lihat dari jawaban Pak Ganjar, setiap kader partai ketika, kan jelas nih kalau untuk bangsa dan negara, ya semua harus siap’. Pak Djarot siap buat bangsa dan negara, Bu Risma siap buat bangsa dan negara. Ada Mbak Puan, ada Mas Pram, ada Pak Anas, ya itulah semuanya harus menyatakan siap,” jelasnya.

Hasto mengklaim, saat ini seluruh kader PDIP sedang fokus turun ke bawah untuk mengejar prestasi setinggi-tingginya. Saat ini, lanjutnya, bukan waktunya berbicara terkait capres dan cawapres karena ada waktunya. “Urusan capres-cawapres nanti akan ada momentumnya, dan momentumnya bukan saat ini,” ucapnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*