
JoSS, SEMARANG – Pembangunan tol Yogyakarta-Bawen terus menunjukkan progress positif. Tol yang akan mendukung akses konektivitas pada wilayah segitiga emas (Yogyakarta (Jogja), Solo, Semarang) ini ditarget tersambung penuh pada 2024.
Adapun tarif yang ditentukan itu mencapai Rp 1.875 /km pada tahun 2023 mendatang. Artinya untuk melalui tol dari Bawen (Semarang) sampai Sleman (Yogyakarta) itu mencapai Rp 142.162 untuk sekali jalan golongan kendaraan I seperti sedan, jip, truk kecil dan bus.
Sedangkan untuk waktu tempuh dari Semarang menuju Yogyakarta atau sebaliknya juga dapat lebih cepat, dari sebelumnya memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam.
Nantinya tol yang dibangun dengan total panjang 75,82 km ini, akan terhubung juga dengan tol Solo Yogyakarta-Yogyakarta International Airport di Junction Sleman, dan tol Semarang-Solo.
Tol ini ditargetkan konstruksinya rampung pada akhir 2023, dan beroperasi komersial seluruhnya pada 2024 mendatang.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur.
“Jika sudah beroperasi penuh, perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam,” jelas Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) A.J Dwi Winarsa di keterangan, dikutip Senin (17/10/2022).
Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di sisi selatan Pulau Jawa.
Pembangunan tol ini dibuat untuk mendukung kawasan segitiga emas terutama akses pada kawasan pariwisata khususnya Candi Borobudur, Candi Prambanan, hingga Candi Ratu Boko.
Tapi progresnya saat ini masih minim, jika melihat laporan progres konstruksi jalan tol Non Trans Jawa Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per Oktober
Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi yaitu:
Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8,25 km) konstruksi 5,06%
Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,26 km) belum mulai konstruksi
Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,08 km) belum mulai konstruksi
Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 km) belum mulai konstruksi
Seksi 5 Temanggung-Ambarawa (22,56 km) belum mulai konstruksi
Seksi 6 Ambarawa-Junction Bawen terkoneksi Tol Semarang-Solo (5,21 km) belum mulai konstruksi
Pembangunan tol Yogyakarta – Bawen tengah dikebut, dimana targetnya bisa tersambung penuh pada 2024 mendatang.
Tol ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dapat menghubungkan wilayah Yogyakarta – Semarang – Solo (Joglosemar), sebagai wilayah segitiga emas di Jawa.
Adanya tol diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas padat di arteri, juga mendukung kawasan pariwisata wilayah Joglosemar, hingga kawasan industri di koridor Ungaran – Bawen.
Mengutip laporan dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) proyek tol sepanjang 75,82 km ini memakan biaya investasi sebesar Rp 14,26 triliun. Dengan biaya tanah mencapai Rp 7,39 triliun.
Adapun tarif yang ditentukan itu mencapai Rp 1.875 /km pada tahun 2023 mendatang. Artinya untuk melalui tol dari Bawen (Semarang) sampai Sleman (Yogyakarta) itu mencapai Rp 142.162 untuk sekali jalan golongan kendaraan I seperti sedan, jip, truk kecil dan bus.
Sedangkan untuk waktu tempuh dari Semarang menuju Yogyakarta atau sebaliknya juga dapat lebih cepat, dari sebelumnya memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam.
Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di sisi selatan Pulau Jawa.
Pembangunan tol ini dibuat untuk mendukung kawasan segitiga emas terutama akses pada kawasan pariwisata khususnya Candi Borobudur, Candi Prambanan, hingga Candi Ratu Boko. (lna)

Leave a Reply