
JoSS, BATANG – Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang mempunyai dampak banjir pada musim penghujan di pemukiman masyarakat Pantai Celong. Pada tahun 2021 yang lalu dampak banjir yang paling parah karena lumpur menutup akses jalan masyarakat pantai celong.
Untuk itu KIT Batang, Jawa Tengah, telah menyiapkan sejumlah solusi penanganan dampak banjir ke pemukiman penduduk di sekitar kawasan itu menyusul masuknya musim hujan.
Direktur Operasi dan Teknik Kawasan Industri Terpadu Batang I Made Kartu di Batang, Senin (11/10/2022), mengatakan bahwa pihaknya akan bergerak cepat untuk menemukan solusi yang tepat agar pada musim penghujan ini tidak terjadi banjir seperti tahun sebelumnya.
Pihaknya memastikan kondisi tersebut tidak akan terulang lagi. “Kami yakin tidak akan terulang lagi terjadi banjir seperti tahun sebelumnya yang menutup akses jalan masyarakat di sekitar kawasan ini,” katanya.
Dia menjelaskan pada 2021, bencana banjir terjadi di wilayah desa yang berada di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang sehingga akses jalan tidak dapat dilalui karena tergenang lumpur.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penanganan yang sudah disiapkan oleh PT KITB antara lain berupa kolam penampungan dan pelebaran gorong-gorong di lokasi rel kereta api radius terdekat KIT Batang.
“Kami telah menyiapkan kolam penampungan kolam dan pelebaran gorong-gorong di lokasi rel kereta api radius terdekat KIT Batang, guna mengantisipasi lonjakan debit air di musim penghujan,” jealsnya.
Selain itu, kata dia, juga akan mengoptimalkan fungsi bangunan penahan air yang berfungsi menyimpan air di dalam sungai (long storage).
Ia mengatakan semua penanganan dampak banjir pada musim penghujan pada tahun ini sudah bisa beroperasi sehingga banjir tidak akan melanda di wilayah sekitar kawasan ini. “Jadi, kami pastikan aman dan terkendali. Semoga (bencana) tidak terjadi lagi di wilayah kawasan ini,” demikian I Made Kartu. (lna)

Leave a Reply