
JoSS, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, berkomitmen memprioritaskan penyiapan tenaga kerja lokal dapat bekerja di perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di daerah itu.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada perusahaan yang ada di kawasan tersebut agar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami telah usulkan pada PT KITB agar memprioritaskan pekerja lokal agar terserap di perusahaan yang berada di kawasan industri terpadu,” katanya, dilansir dari Antara, Senin (8/8/2022).
Dia menambahkan, Pemkab akan terus mendukung pengembangan proyek di kawasan industri terpadu tersebut karena nantinya menumbuhkembangkan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Apalagi, kata dia, KIT Batang dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi tumpuan industri di Indonesia dan memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi pencari kerja.
Ia mengatakan pada lima tahun mendatang, perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang diperkirakan membutuhkan 280 ribu tenaga kerja.
“Saat ini saja pada fase pertama sudah ada 12 tenant (penyewa) yang sepakat berinvestasi di KITB. Dari 12 tenant itu rencananya ada tiga tenant yang akan beroperasi pada pertengahan tahun 2023,” katanya.
Dikatakan, dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung anjungan SIAP kerja di KIT Batang yang dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja juga menjadikan harapan bagi warga Kabupaten Batang dapat bekerja di perusahaan di KITB.
Adanya gedung anjungan SIAP kerja ini, kata dia, maka akan ada kesinambungan satu sama lain karena jika adanya lapangan kerja yang berlimpah maka harus ada persiapan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan perusahaan.
“Oleh karena itu, kami titip pada PT KITB dapat memprioritaskan terlebih dahulu pada tenaga kerja lokal. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton saja di tanah kelahirannya,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Batang bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja siap membentuk tim pusat pengembangan keterampilan tenaga kerja yang dipersiapkan untuk memenuhi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang.
Lani mengatakan bahwa tim ini adalah sebuah lembaga kolaborasi multi sektor dan multi pemangku kepentingan yang memiliki peran menyiapkan tenaga kerja di Kawasan Industri Terpadu Batang.
“Kami siap berkolaborasi agar warga Batang tidak hanya menjadi penonton saja dengan berdirinya kawasan industri terpadu tersebut,” katanya.
Menurut dia, saat ini masih banyak warga yang belum memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga kehadiran Kementerian Tenaga Kerja untuk membentuk tim pusat pengembangan keterampilan dibutuhkan.
Tim ini, kata dia, akan menangani segala bentuk permasalahan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Terpadu Batang, mulai dari pelatihan, sertifikasi, penyaluran, hingga jaminan sosial.
“Kami memiliki tenaga kerja yang banyak tetapi belum sesuai kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tentunya, dengan adanya kolaborasi yang baik ini maka warga Batang tidak menjadi penonton,” katanya.
Dia mengatakan perekrutan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di kawasan industri terpadu pada tahap pertama 28 ribu orang.
“Perekrutan tenaga kerja ini akan dimulai 2023. Kebutuhan tenaga kerja yang banyak ini tentunya harus diimbangi dengan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan,” katanya. (lna)

Leave a Reply