Tak Jadi Tarik Pasukan, China Justru Kepung Taiwan Dengan 66 Jet Tempur dan 14 Kapal Perang

Tak Jadi Tarik Pasukan, China Justru Kepung Taiwan Dengan 66 Jet Tempur dan 14 Kapal Perang
Jet tempur China (AP/Ng Han Guan

JoSS, TAIWAN – Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 66 jet tempur dan 14 kapal perang China berada di sekitar Taiwan pada Minggu (7/8/2022) sampai pada pukul 17.00 waktu setempat. Kondisi tersebut berbeda dengan kabar China bakal menghentikan latihan militer di dekat negara pulau itu.

Dilansir dari Taiwan News, dari 66 pesawat tempur China, 12 diantaranya melewati garis median Selat Taiwan. Dari 12 pesawat itu, delapan di antaranya adalah jet tempur Sukhoi Su-30, dan empat lagi adalah jet tempur Shenyang J-11.

Sementara itu sebanyak enam jet tempur Shenyang J-16, tiga pesawat pengebom Xian H-6, dan satu pesawat perang anti-kapal selam Shaanxi Y-8 memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan.

Merespons serangan ini, Taiwan mengerahkan pesawat patroli, menyiarkan peringatan radio, pun menyalakan sistem pertahanan rudal untuk memantau kapal dan pesawat China tersebut.

Diberitakan sebelumnya, China mengumumkan mengumumkan bakal menyelesaikan latihan militer di sekitar Taiwan pada Minggu (7/8/2022). Namun, media pemerintah China pada hari itu melaporkan bahwa Beijing bakal terus melangsungkan latihan militer reguler di garis median Selat Taiwan, dikutip dari Reuters. Bahkan pada Senin (8/8), militer China dilaporkan masih melakukan latihan praktis.

Garis median sendiri merupakan garis tak resmi yang membagi Selat Taiwan ke sisi Taiwan dan China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin memastikan latihan militer tentara nasional China di dekat Taiwan sejalan dengan konstitusi negara dan hukum internasional. Wenbin mengatakan, bahwa Taiwan termasuk wilayah China, sehingga latihan militer di dekat Taiwan merupakan tindakan terbuka dan profesional.

“Tindakan tersebut sesuai dengan undang-undang nasional dan hukum internasional, serta praktik yang ada,” jela Wenbin dikutip dari Badan Berita Rusia TASS, Senin (8/8/2022).

Meski begitu, dia tidak memastikan kapan latihan militer di dekat wilayah China selesai. Wenbin juga tak mengonfirmasi bagaimana status latihan militer tersebut. Sebelumnya, pada Kamis (4/8/2022), angkatan bersenjata China meluncurkan latihan militer skala besar yang melibatkan tembakan langsung di enam daerah di sekitar Taiwan.

Latihan tersebut awalnya diharapkan berakhir pada pada Minggu (7/8/2022), tetapi pimpinan militer telah dua kali mengumumkan kelanjutan dari latihan tersebut.

Latihan militer China dipicu kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Selasa (2/8/2022). Meski begitu, pada hari ini, Senin (8/8/2022), lalu lintas udara di sekitar Taiwan mulai normal setelah wilayah udara di negara tersebut dibuka kembali, jelas Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan seperti dikutip dari channelnewsasia.com, Senin (8/8/2022).

Latihan militer China di wilayah dekat Taiwan menyebabkan beberapa maskapai membatalkan penerbangan ke Taipei dan mengubah rute untuk menghindari daerah yang terdampak.

Beberapa maskapai asing yang biasanya menggunakan wilayah udara Taiwan memilih rute alternatif melalui area yang dikelola oleh Jepang dan Filipina setelah pengumuman latihan militer China. Korean Air, misalnya, membatalkan penerbangan ke Taipei pada Jumat (5/8/2022) dan Sabtu (6/8/2022). Meski begitu, mulai hari ini, Korean Air sudah melanjutkan penerbangan ke Taiwan secara normal. Philippine Airlines juga telah memastikan hal serupa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*