

BATIK Indonesia adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak Batik Mega Mendung, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Menjadi salah satu karya seni rupa terapan dua dimensi, batik sendiri juga patut membanggakan lantaran telah diakui oleh salah satu organisasi dunia yakni UNESCO. Dimana, batik ini dikatakan sebagai warisan budaya Indonesia dan masuk dalam kategori “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi”.
Upaya Melestarikan Batik di Tangan Kaum Muda
Saat ini, adalah hal yang lumrah melihat anak muda dengan bangganya menggunakan batik di berbagai kesempatan. Batik yang hadir kini juga lebih beragam dengan model yang lebih kekinian.
Sejatinya, fenomena ini bukanlah suatu hal baru. Di pertengahan 2000an, tren mengenakan batik di kalangan para muda mulai mencuat. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah peranan perancang busana yang memunculkan batik ke penikmat fashion.
Berikut beberapa cara sederhana dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, tidak perlu dengan cara yang muluk-muluk, kita bisa coba dengan cara yang sederhana.
- Mengubah Sudut Pandang pada Batik
Cara atau upaya yang sederhana untuk dilakukan adalah dengan mengubah paradigma masyarakat bahwa batik hanya cocok dipakai oleh kelompok tua dan hanya pantas digunakan untuk acara formal saja. Saat ini, sudah banyak batik yang didesain dengan model yang santai, kalangan muda juga bisa mengenakannya di acara non formal.
- Bangga dan Cinta Menggunakan Batik
Sebagai warisan budaya Indonesia bukan berarti kain Batik hanya pantas disimpan di dalam museum atau bahkan lemari. Cara paling mudah untuk melestarikannya adalah dengan mengenakan atau memakainya secara langsung.
- Memperkenalkan Batik ke Pasar Internasional
Upaya ini bertujuan untuk memberikan informasi bahwa batik adalah asli milik Indonesia dan keindahannya bisa dinikmati dengan membelinya. Salah satu caranya adalah dengan mengikutsertakan batik dalam promosi atau pameran barang internasional yang memang sering digelar. Produknya dibeli dan menghasilkan keuntungan untuk para pembuat batik dan informasi pentingnya berhasil disampaikan dengan baik.
- Melibatkan Generasi Muda
Salah satu hal yang sudah menjadi rahasia umum adalah bahwa produksi batik umumnya dilakukan oleh orang-orang tua yang sudah berumur. Bila hal ini terus dibiarkan, maka tidak akan ada anak muda yang akan meneruskan kesenian membatik. Dalam buku Asyiknya Mengenal Batik Sambil Berkreasi, Yuwita Wahernika, 2019, dijelaskan bahwa penting adanya mengajarkan pada generasi muda untuk membatik.
- Dukungan Pemerintah kepada Pelaku Bisnis Batik
Para pebisnis di sini adalah produsen, distributor, dan juga pedagang. Mereka berperan penting dalam proses pengadaan batik, dan mereka tentu saja membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah. Salah satu caranya adalah dengan membantu mereka memasarkan produk batik hingga ke mancanegara. Dengan begitu, pemerintah telah melakukan langkah besar untuk melestarikan Batik nusantara. (*)
Penulis: Moh. Ainur Rosyid, FE Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply