Paypal Diblokir, Begini Cara Memindahkan Uang Ke Rekening Bank Dalam Negeri

Paypal Diblokir, Begini Cara Memindahkan Uang Ke Rekening Bank Dalam Negeri
Paypal (Desygner)

JoSS, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum lama ini memblokir Paypal, layanan rekening keuangan online untuk transaksi jual beli secara global, akibat belum mendaftar dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Kebijakan ini menimbulkan kegaduhan di masyarakat, pasalnya pemerintah dianggap menghalangi transaksi masyarakat, khususnya pekerja freelance yang seringkali menggunakan Paypal untuk menerima gajinya.

Tak lama, Kominfo lantas kembali membuka kembali akses Paypal untuk memberikan waktu pada masyarakat memindahkan uangnya ke rekening bank dalam negeri.

Adapun cara untuk memindahkan uang dari akun Paypal ke rekening bank, mengutip paypal.com, Senin (1/8) adalah:

1. Untuk melihat metode transfer yang tersedia di negara Anda, log in ke rekening PayPal dan klik Transfer dana di Saldo PayPal pada bagian kiri halaman.

2. Klik Transfer ke bank Anda, lalu klik Berikutnya.

3. Masukkan jumlah yang akan ditransfer lalu klik Berikutnya.

4. Periksa perincian transfer, lalu klik Transfer (nominal) sekarang.

5. Untuk kembali ke halaman Wallet, klik Selesai.

Sementara itu, cara pindahkan uang dari Paypal ke rekening bank melalui ponsel:

1. Buka aplikasi Paypal

2. Masuk/log in

3. Klik Paypal Balance

4. Pilih Withdraw Money

5. Pada opsi Add to Wallet pilih cairkan dana ke rekening bank atau kartu debit

6. Tuliskan jumlah dana yang akan Anda tarik

7. Pilih Transfer. Selesai.

Sebelumnya, Blok Politik Pelajar (BPP) mengajak masyarakat untuk melakukan aksi lempar botol pipis di Kantor Kominfo. Namun, aksi ini dibatalkan dan digantikan oleh aksi simbolik dari perwakilan BPP.

Sandya Widyawirawan (22), seorang pekerja kreatif asal Cibubur, melakukan aksi seorang di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (1/8) dengan membawa papan bertuliskan “Gara-gara Kominfo nafkah saya hilang.”

Meski tidak ada massa aksi lain, Sandya tetap dengan semangat melakukan aksinya seorang diri di Kominfo dengan mengenakan kaos putih dan jaket jeans sambil membawa papan bertuliskan protesnya.

Ia menyebut pekerjaannya terganggu akibat pemblokiran yang dilakukan Kominfo terhadap platform pembayaran online PayPal.

“Saya seniman, saya menggambar dan saya dapat klien banyak dari luar negeri. Dan saya tidak bisa dibayar lagi,” katanya dengan suara gemetar bercampur semangat tinggi, kepada wartawan, Senin (1/8).

Diketahui, pemerintah memblokir sejumlah platform teknologi seperti PayPal, Dota2, Steam, Epic Games, CS Go, Origin, dan Yahoo Search Engine.

Pemblokiran sejumlah platform ini lantas menuai protes dari masyarakat, di antaranya para gamers dan pekerja yang menggunakan PayPal sebagai metode transaksi.

Sandya mengaku kerap menerima pekerjaan dari klien dari luar negeri dengan rata-rata pembayaran US$15 (Rp222 ribu) per proyek. Saat proyekan ramai, dia bisa mengantongi ratusan dolar AS per bulan.

Untuk pembayarannya, dia mengaku selalu memakai PayPal. Kenapa? Menurutnya, PayPal sudah mendapat kepercayaan secara global. Meski sendirian, Sandya mengaku mewakili rekan-rekannya yang bernasib sama.

“Teman-teman saya penghasilannya lebih banyak mengalami kerugian yang lebih besar karena pemblokiran. Ini saya melakukan mewakili teman-teman saya yang karena pemblokiran ini tidak bisa melakukan pekerjaannya lagi, apalagi yang mereka bisa lakukan,” ujarnya, dilansir dari CNNIndonesia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*