Gelombang Panas di Eropa Picu Kebakaran Hutan di Spanyol dan Prancis

Gelombang Panas di Eropa Picu Kebakaran Hutan di Spanyol dan Prancis
Kebakaran hutan di dekat Landiras, Prancis, 13 Juli 2022 dalam gambar ini diperoleh dari pemadam kebakaran wilayah Gironde (SDIS 33). (Foto: via REUTERS/SDIS 33)

JoSS, SPANYOL – Gelombang panas yang membakar Eropa telah bergerak ke utara hingga Inggris dan memicu kebakaran hutan yang ganas di Spanyol dan Prancis.

Dua orang dilaporkan tewas dalam kebakaran di Spanyol yang dihubungkan oleh perdana menterinya dengan pemanasan suhu yang dia sebut “perubahan iklim telah menelan korban”. Sementara itu, ratusan kematian terkait suhu panas dilaporkan di Semenanjung Iberia.

Sekadar informasi, suhu tinggi yang mencengkeram benua itu dalam beberapa hari terakhir dan memicu kebakaran hutan mulai dari Portugal hingga Balkan. Beberapa daerah, termasuk Italia utara, juga mengalami kekeringan berkepanjangan.

Ilmuwan iklim mengatakan gelombang panas yang mengancam jiwa lebih intens, lebih sering dan lebih lama karena perubahan iklim. Kondisi itu ditambah dengan kekeringan yang telah membuat kebakaran hutan lebih sulit untuk dilawan. Gelombang panas yang parah bahkan menjalar ke tempat-tempat seperti Inggris.

Para pejabat telah mengeluarkan peringatan panas paling ekstrim pertama di negara itu, sedangkan layanan cuaca memperkirakan bahwa rekor tertinggi 38,7 derajat Celcius (101,7F) yang ditetapkan pada 2019 akan terpecahkan.

Suhu menyentuh 38C (100F) di Inggris selatan pada hari Senin dan diperkirakan akan mencapai rekor 40C (104F) pada hari Selasa, menurut Kantor Meteorologi Inggris seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (19/7/2022).

Jaringan kereta api nasional mendesak penumpang untuk tidak melakukan perjalanan kecuali diperlukan. Sedangkan beberapa layanan, termasuk rute utama antara Inggris timur laut dan London sebagian tidak beroperasi hari ini.

Bandara Luton di London menyatakan penerbangan ditangguhkan pada hari Senin setelah cacat permukaan ditemukan di landasan pacu, meskipun penerbangan dilanjutkan di kemudian hari.

Cuaca panas melelehkan landasan pacu di pangkalan udara Royal Air Force Brize Norton, Sky News melaporkan. Andrew Simmons dari al Jazeera, melaporkan dari London bahwa Inggris tidak dapat mengatasi gelombang panas, terutama karena “infrastruktur yang ketinggalan zaman dan tidak memadai” dan kurangnya AC.

Sementara itu, kobaran api yang menjalar di Prancis, Yunani, Portugal dan Spanyol telah menghancurkan ribuan hektare lahan.  Ribuan penduduk dan wisatawan terpaksa mengungsi, sementara beberapa personel darurat tewas dalam kebakaran hutan sejak pekan lalu.

Kali ini adalah gelombang panas kedua yang melanda bagian barat daya Eropa dalam beberapa minggu. Ilmuwan menyebut perubahan iklim sebagai penyebabnya dan memprediksi episode cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens seperti gelombang panas dan kekeringan.

Situasi memburuk di wilayah Gironde barat daya Prancis, petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mengendalikan kebakaran hutan yang telah melahap hampir 11.000 hektare sejak pekan lalu seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (18/7/2022).

Kebakaran hutan tersebut telah memaksa lebih dari 16.000 orang penduduk dan wisatawan mengungsi. Sebanyak tujuh tempat penampungan darurat telah didirikan untuk para pengungsi. Kementerian Dalam Negeri Prancis mengumumkan akan mengirim tambahan tiga pesawat pemadam kebakaran, 200 petugas pemadam kebakaran dan lebih banyak truk.

Badan Meteorologi dan Geofisika Prancis memperkirakan suhu hingga 40 derajat Celcius di beberapa bagian selatan Prancis pada Minggu (17/7/2022), dengan rekor panas baru diperkirakan pada Senin (18/7/2022) setelah sebelumnya sempat mencapai 47 derajat Celsius.

“Di beberapa daerah barat daya, akan terjadi cuaca sangat panas,” kata ahli meteorologi Francois Gourand. Di Inggris, kantor cuaca mengeluarkan peringatan “merah” pertama untuk panas ekstrem dan memperingatkan ada “risiko terhadap kehidupan”.

Kantor meteorologi setempat mengatakan suhu di Inggris selatan bisa melebihi 40 derajat Celcius pada Senin (18/7/2022) atau Selasa (19/7/2022) untuk pertama kalinya. Hal itu akan membuat beberapa sekolah akan tetap tutup minggu ini.

Sementara itu, penyelenggara pawai selama empat hari di Belanda membatalkan acara yang akan dimulai Selasa (19/7/2022) karena panas yang ekstrem. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*