Ratusan Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas Paling Mengerikan di Eropa

Seorang wanita memegang kipas saat dia melakukan perjalanan dengan kereta bawah tanah di London. Foto: Maja Smiejkowska/Reuters

JoSS, SPANYOL – Gelombang panas semakin gawat menyengat negara-negara di Eropa, termasuk di Inggris. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia akibat suhu panas ekstrem ini.

Sebanyak 360 orang tewas akibat gelombang panas di Spanyol dengan suhu mencapai 40 derajat celcius lebih, lapor surat kabar La Vanguardia pada Sabtu (16/7/2022), mengutip Carlos III Health Institute.

Sebelumnya pada Jumat (15/7/2022), 123 orang di Spanyol meninggal terkait suhu panas ekstrem ketika beberapa daerah mencapai suhu 45 derajat celcius.

Sementara itu di Portugal, lebih dari 238 orang dilaporkan meninggal antara tanggal 7 dan 13 Juli, lapor media lokal.

Kematian ini dikaitkan dengan panas yang ekstrem dan bukan hanya virus corona, menurut laporan. Kebanyakan korban adalah lansia atau orang yang menderita penyakit tertentu, kata La Vanguardia.

Salah satunya terjadi kepada seorang petugas kebersihan jalan berusia 60 tahun di Spanyol yang dilaporkan tiba-tiba ambruk.

Sementara itu masyarakat di London Inggris mendapat imbauan khusus di tengah gelombang panas. Mereka diminta tak menggunakan transportasi umum negara itu kecuali untuk perjalanan penting.

“Akibat cuaca panas yang aneh yang diprediksi pekan depan, pengguna hanya boleh menggunakan jejaring transportasi London untuk perjalanan penting,” kata Chief Operating Officer (COO) Transportasi London (TfL) Andy Lord.

Lord juga menyampaikan pembatasan kecepatan sementara bakal diberlakukan di kereta api dan kereta bawah tanah London. Ia juga mengimbau pengguna untuk “membawa air minum setiap waktu.”

Sebelumnya, Kantor Meteorologi Inggris mengumumkan peringatan gelombang panas yang berlangsung mulai Minggu (17/7) hingga Selasa (19/7). Suhu pada pekan itu diperkirakan bakal mencapai lebih 40 derajat Celsius.

“Jika masyarakat memiliki kerabat atau tetangga yang rentan, ini waktunya memastikan mereka telah melakukan berbagai tindak pencegahan untuk menghadapi cuaca panas, karena ramalan cuaca kami pikir bakal berada dalam zona merah, membuat hidup masyarakat terancam,” kata juru bicara Kantor Meteorologi London Grahame Madge.

Suhu tinggi ini juga membawa risiko bagi penumpang transportasi umum. Sebagaimana  dilansir dari CNN, peningkatan suhu panas dapat mengganggu jaringan listrik dan peralatan sinyal.

Tfl menyampaikan pihaknya bakal mencoba menjaga pelayanan agar berlangsung lancar, salah satunya dengan mengecek suhu rute transportasi.

Badan tersebut juga bakal mengecek unit penyejuk udara di jejaring kereta bawah tanah. Tak hanya itu, pengendara motor juga diimbau agar tak berkendara pada hari-hari tersebut.

Sementara itu, kebakaran hutan melanda Spanyol, Prancis, dan Portugal pada Jumat (15/7) akibat gelombang panas yang melanda Eropa kini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*