Jangan Sepelekan Sesak dan Nyeri Dada Pada Wanita, Bisa Jadi Awal Serangan Jantung!

Jangan Sepelekan Sesak dan Nyeri Dada Pada Wanita, Bisa Jadi Awal Serangan Jantung!
Ilustrasi nyeri dada pada wanita (foto: shutterstock)

PENYAKIT jantung tidak mengenal gender. Meski identik dengan pria berusia 50 tahun ke atas seperti terlihat dalam film-film, penyakit jantung juga dapat menyerang wanita. Ciri-ciri penyakit jantung pada wanita sedikit berbeda dengan pria.

Perbedaan ini bahkan membuatnya lebih berbahaya karena gejala penyakit jantung sering kali tak terdeteksi hingga terjadi serangan serius.

Baru-baru ini seorang wanita yang merupakan atlet triatlon asal Auckland, Selandia Baru mengeluhkan sesak dan tak nyaman di area dadanya. Awalnya dia mengira hal itu disebabkan penggunaan bra yang terlalu ketat.

Dilaporkan NYPost, Anna Cupples yang saat itu berusia 35 tahun pun mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Ketika ia melakukan EKG, dokter terkejut ternyata selama ini yang dialami oleh Cupples adalah tanda serangan jantung.

“Saya adalah seorang atlet triathlon Ironman, saya merasa tak terkalahkan. Saya tidak benar-benar percaya saya bisa mengalami serangan jantung,” bebernya.

Ahli jantung dr Fiona Stewart mengatakan mereka tidak menangani nyeri dada dengan baik untuk wanita karena konsep yang tersebar luas bahwa serangan jantung kebanyakan terjadi pada pria.

“Penting untuk mengetahui bahwa orang dengan ‘risiko penyakit kardiovaskular rendah’ masih dapat mengalami serangan jantung, hanya lebih jarang,” ungkapnya.

Dua tahun kemudian, Cupples menderita serangan jantung kedua yang dicurigai dan harus dirawat di rumah sakit beberapa kali. Namun, enam tahun setelah serangan jantung pertama, ibu satu anak ini mengatakan bahwa dia telah pulih sepenuhnya dan tidak mengkhawatirkan kesehatannya.

Dilansir dariĀ primayahospital.com, Penyakit jantung adalah salah satu ancaman kesehatan yang membutuhkan lebih banyak perhatian dari wanita. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit jantung pada wanita sebesar 1,6 persen. Angka kejadian ini lebih besar daripada penyakit jantung pada laki-laki yang sebesar 1,3 persen.

Penyakit jantung tercatat sebagai satu diantara sejumlah pemicu utama kematian pada wanita. Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada wanita berubah seiring dengan pertambahan usia. Selain memahami ciri-ciri penyakit jantung pada wanita, penting untuk menyadari faktor risiko yang berpengaruh dan apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Menurut riset, penyakit jantung lebih berisiko terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause. Sebab, pada masa ini wanita mengalami penurunan hormon estrogen. Hormon ini berperan layaknya penjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Keberadaan hormon estrogen berfungsi menjaga pembuluh darah tetap fleksibel sehingga aliran darah lancar.

Ketika wanita berhenti menstruasi, produksi hormon estrogen pun turun. Mengakibatkan pembuluh darah lebih rentan menyempit atau mengeras dan membuat aliran darah terhambat, termasuk darah yang menuju jantung. Ketika aliran darah tidak lancar, jantung tidak dapat memperoleh pasokan oksigen yang diperlukan untuk bekerja sehingga bisa terjadi serangan jantung.

Wanita yang telah menopause atau lanjut usia juga lebih berisiko terkena sakit jantung karena penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Plak ini terdiri atas kolesterol, lemak, dan zat lain yang bila menumpuk di pembuluh darah bisa mengakibatkan sumbatan. Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah yang mengarah ke jantung, kerja jantung akan terganggu. Plak juga bisa terlepas dan mengalir ke pembuluh darah yang menuju otak sehingga mengakibatkan stroke.

Risiko penyakit jantung pada wanita juga akan meningkat jika mengalami kehamilan. Ketika hamil dan memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, ibu hamil rentan mengalami sakit jantung. Sebab, stres yang lazim muncul saat kehamilan akan memaksa jantung bekerja ekstra keras. Wanita berusia muda yang menderita hipertensi dan diabetes pun lebih berisiko terkena sakit jantung.

Ciri-ciri penyakit jantung pada wanita yang tak terkait dengan dada antara lain:

  1. Rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian perut atas, punggung, bahu, dan leher
  2. Napas pendek
  3. Rasa sakit pada salah satu atau kedua lengan
  4. Mual dan muntah
  5. Berkeringat
  6. Pusing
  7. Kelelahan yang tidak biasa
  8. Ulu hati terasa panas

Jika merasa ada gejala yang mengarah ke penyakit jantung, sebaiknya segera ke dokter. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*