

ERA revolusi indutri 4.0 telah membawa perubahan mendasar pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan, termasuk persaingan pada bidang ekonomi.
Revolusi industri 4.0 menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu isu strategis yang pantas mendapatkan pengarusutama sebagai salah satu pilihan strategi memenangkan persaingan global, ditandai dengan terus dilakukannya inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui kapitalisasi ide kreatif agar mendapatkan nilai tambah.
Ekonomi kreatif sendiri merupakan konsep baru dibidang perekonomian yang mana mengutamakan kekayaan intelektual sebagai poin utamanya. Ekonomi kreatif mempunyai ciri sebagai kegiatan ekonomi yang berfokus pada eksplorasi dan eksploitasi ide kreatif dan inovatif yang mempunyai nilai jual tinggi. Dari kecerdasan intelektual tersebut, dapat menghasilkan uang, menambah pendapatan, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi anak-anak muda.
Ekonomi kreatif menjadi penyumbang terbesar dalam disrupsi digital melalui bidang kuliner, kriya dan fashion yang marak dikembangkan yang memberi kontribusi besar terhadap produk domestik. Disisi lain tumbuhnya bisnis kuliner baru tanpa gerai melalui e-commerce menjadi usaha yang banyak diminati sekarang ini.
Dalam pengembangan ekonomi kreatif, Indonesia memiliki potensi besar dengan berbasiskan kearifan lokal yang dimilikinya untuk bersaing dengan produk kreatif dari negara lain di pasar global. Meskipun demikian, pelaku produk ekonomi kreatif Indonesia perlu terus diasah untuk menghasilkan inovasi produk yang unggul dan berdaya saing.
Ekonomi kreatif Indonesia sepanjang tahun 2021 memiliki nilai ekspor mencapai USD20,58 miliar dan diharapkan pada tahun 2022, nilai ekonomi itu mencapai USD21,28 miliar. “Saya berharap nilai ekspor ekonomi kreatif ada di perbaikan yang cukup signifikan menjadi USD21,28 miliar” ujar Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno dalam satu kesempatan berkaitan dengan Indonesia Outlook 2022.
Dengan angka besar seperti itu, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia sebagai pengekspor ekonomi kreatif dimana posisi pertama diduduki oleh Amerika Serikat dengan industri Hollywood dan posisi kedua oleh Korea Selatan dengan industri musik K-pop dan drama. Dengan demikian maka kualitas SDM Indonesia harus mumpuni dan selalu ditingkatkan di bidang ekonomi kreatif karena dengan adanya SDM yang kreatif dan inovatif Indonesia mampu bertahan dan dapat menghadapi tantangan di masa mendatang.
Beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Pertama, menciptakan lingkungan yang mendukung. Pentingnya meningkatkan kesadaran serta penghargaan publik terhadap potensi industri kreatif Indonesia dan perlu adanya kebijakan afirmatif untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam perkembangan ekonomi kreatif. Kedua, mendukung pembelajaran sepanjang waktu. Kunci kesuksesan ekonomi kreatif adalah pada kualitas SDM serta pengembangan SDM di Indonesia. Dengan adanya pelatihan-pelatihan vokasional dan kewirausahaan dengan berbasis digitalisasi akan mendukung pengembangan SDM agar dapat lebih beradaptasi dengan tantangan saat ini maupun masa mendatang. Ketiga, menumbuhkan creative hub. Creative hub merupakan hal yang tak terpisahkan dari ekonomi kreatif karena menyediakan sarana bagi pelaku ekonomi kreatif untuk belajar, memperluas relasi dan jaringan serta mengasah talenta. Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia mendirikan World Converence on Creative Economy (WCCE 2018) di Bali sebagai tindak lanjutnya diadakan Global Center of Excellence and International Cooperation for Creative Economy (G-CINC). Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif Indonesia serta seluruh dunia agar dapat mendorong pengembangan, riset dan kerja sama internasional.(*)
Penulis: Ilmawati, Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS Semarang
Disclaimer: Tulisan ini sepenuhnya menjadi penanggungjawab penulis, di luar kewenangan redaksi JoSS.co.id

Leave a Reply