Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahyan Tutup Usia

Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahyan Tutup Usia
Sheikh Khalifa bin Zayed (Foto: arabnews.com)

JoSS, ABU DHABI – Presiden Uni Emirat Arab (UEA), yang juga kakak Putra Mahkota Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MbZ) Khalifa bin Zayed Al Nahyan, telah meninggal pada usia 73 tahun. Demikian laporan kantor berita UEA, WAM, Jumat (13/5/2022).

“Kementerian Urusan Kepresidenan berduka atas nama rakyat UEA, negara-negara Arab dan islam, dan seluruh dunia. Pemimpin bangsa dan pelindung, Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Negara, meninggal telah wafat di sisi Tuhan hari ini Jumat, 13 Mei,” demikian keterangan dari pemerintah UEA.

Kementerian Kepresidenan secara resmi mengumumkan berkabung nasional atas kematian presiden selama 40 hari sejak Jumat ini. Bendera nasional negara itu juga akan dikibarkan setengah tiang selama periode tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan seluruh layanan pekerjaan di sektor public dan swasta akan ditangguhkan selama tiga hari ke depan mulai Jumat (13/5/2022).

“Kementerian Urusan Kepresidenan mengumumkan duka cita dan bendera setengah tiang akan dipasang untuk mendiang Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan selama periode 40 hari mulai hari ini dan meliburkan kementerian, departemen, federasi, institusi federal dan lokal, dan sektor swasta untuk tiga hari. Semoga Allah mengampuninya,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu Reuters melaporkan, di bawah konstitusi, wakil presiden dan perdana menteri Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, penguasa Dubai, akan bertindak sebagai presiden sampai dewan federal yang terdiri dari para penguasa tujuh emirat bertemu dalam waktu 30 hari untuk memilih presiden baru.

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed menyampaikan belasungkawa dalam sebuah tweet.

“UEA kehilangan putranya yang saleh, pemimpin ‘tahap pemberdayaan’ dan wali dari perjalanannya yang diberkati,” katanya.

Selain itu, Penguasa Dubai Sheikh Mohammed juga melakukan hal yang sama di Twitter untuk mengungkapkan rasa berdukanya atas kehilangan itu dengan hati yang hancur dalam kesedihan.

Para perdana menteri Mesir dan Irak juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden UEA .

Untuk diketahui, Sheikh Khalifa, mendiang Penguasa Abu Dhabi, terpilih sebagai Presiden Uni Emirat Arab pada 3 November 2004, untuk menggantikan ayahnya, mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden UEA dari 1971 hingga 2004.

Sheikh Khalifa yang lahir di wilayah Timur Abu Dhabi merupakan anak sulung Sheikh Zayed. Ia pernah ditunjuk sebagai Putra Mahkota dan memimpin Dewan Tinggi Perminyakan Abu Dhabi.

Ia disebut sebagai pelopor modernisasi UEA dan melakukan gebrakan untuk negaranya. Salah satunya adalah membuka sektor pariwisata sebagai devisa alternatif selain minyak dan gas.

Posisinya sebagai Putra Mahkota digantikan sang adik, Pangeran MbZ, karena kesehatannya yang terus memburuk. Sheikh Khalifa meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*