
JoSS, SRI LANKA – Kekosongan kursi Perdana Menteri Sri Lanka langsung terisi setelah pengunduran diri Mahinda Rajapaksa pada Senin (9/5/2022). Mantan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe (73), kembali dilantik menjadi perdana menteri baru untuk keenam kalinya.
Ranil Wickremesinghe dinilai mampu membawa stabilitas di tengah krisis politik dan ekonomi yang melanda negara kepulauan itu. Dia diambil sumpah di hadapan Presiden Gotabaya Rajapaksa dalam sebuah upacara di kantor presiden kemarin.
“Sebuah kabinet kemungkinan akan ditunjuk hari ini,” ujar Sudewa Hettiarachchi, juru bicara Presiden Rajapaksa seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (13/5).
Sebelumnya, saudara laki-laki sang presiden, Mahinda Rajapaksa, mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin lalu.
Dia mundur menyusul kemarahan massa akibat serangan kekerasan oleh para pendukungnya terhadap pengunjuk rasa damai yang menuntut pemerintahannya mundur.
Pengunduran dirinya secara otomatis membubarkan Kabinet dan meninggalkan kekosongan administratif pemerintahan.
Penunjukan atas Wickremesinghe dipandang sebagai upaya untuk mengakhiri kekerasan yang dipicu oleh krisis ekonomi dan untuk memulihkan kredibilitas internasional saat pemerintah merundingkan paket bantuan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
“Ini adalah peristiwa bersejarah,” kata legislator Tamil Dharmalingam Sithadthan.
Vajira Abeywardena, seorang pejabat Partai Persatuan Nasional (UNP) yang dipimpin Wickremesinghe, mengatakan sebelumnya bahwa anggota parlemen telah meminta Wickremesinghe untuk mengambil alih dan menyelesaikan semua permasalahan negara.
Abeywardena mengatakan lebih dari 160 legislator di 225 anggota parlemen mendukung pemilihan Wickremesinghe, tetapi sayangnya informasi ini tidak dapat diverifikasi secara independen. Wickremesinghe dipandang sebagai reformis pasar bebas pro-Barat.
Dia berpotensi membuat negosiasi bantuan utang dengan IMF dan agar upaya lainnya lebih lancar. Sumber yang sama menyebutkan, Wickremesinghe telah bekerja sama dengan Rajapaksa untuk merombak Kementerian Keuangan dan bank sentral selain membuat perubahan kebijakan fiskal dan moneter.
Pasukan bersenjata lengkap berhasil mengevakuasi Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa dari kediaman resminya setelah ribuan pengunjuk rasa menerobos gerbang utama di tengah kekerasan politik terburuk dalam sejarah negara itu.
Aksi protes berlanjut sejak beberapa bulan akibat krisis ekonomi paling parah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Para pengunjuk rasa yang memaksa masuk ke kediaman resmi Temple Trees milik perdana menteri di Kolombo kemudian berusaha menyerbu gedung utama berlantai dua. Di lokasi itu Rajapaksa bersembunyi bersama keluarga dekatnya.
“Setelah operasi menjelang fajar, mantan PM dan keluarganya berhasil dievakuasi ke tempat yang aman oleh tentara,” kata seorang pejabat tinggi keamanan seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (10/5/2022).
Setidaknya 10 bom bensin dilemparkan ke dalam kompleks, katanya Pemimpin berusia 76 tahun itu dipaksa untuk mengundurkan diri pada hari Senin (9/5/2022) setelah berminggu-minggu protes atas krisis ekonomi terburuk yang dihadapi negara pulau itu sejak kemerdekaannya pada tahun 1948. Pengunduran diri itu menandai kejatuhan mendadak bagi keluarga Rajapaksa yang sangat berkuasa. Klan tersebut telah mendominasi politik Sri Lanka selama hampir 20 tahun.
Evakuasi Rajapaksa diarahkan ke lokasi yang dirahasiakan menyusul protes kekerasan di mana sedikitnya lima orang, termasuk seorang anggota parlemen, tewas dan hampir 200 orang terluka.
Pejabat keamanan mengatakan polisi terus menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menahan pengunjuk rasa di ketiga pintu masuk ke gedung era kolonial yang menjadi simbol kunci kekuasaan negara.
Di tempat lain, belasan properti yang terkait dengan loyalis Rajapaksa dibakar dan massa menyerang museum Rajapaksa yang kontroversial di desa leluhur keluarga di selatan pulau itu hingga rata dengan tanah, kata polisi. (lna)

Leave a Reply