Selain Dapat Pahala, Puasa Syawal Miliki Segudang Manfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Dapat Pahala, Puasa Syawal Miliki Segudang Manfaat
ilustrasi Puasa Syawal /pixabay/

PUASA Syawal atau puasa 6 hari setelah lebaran biasanya dilakukan oleh sejumlah umat Islam. Meskipun puasa ini bersifat sunnah alias tidak wajib dilakukan, namun sangat dianjurkan karena memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Terlebih setelah mengkonsumsi menu Lebaran.

Sebelum membahas manfaat puasa 6 hari di bulan Syawal dari segi medis, tak ada salahnya jika Anda juga memahami manfaat puasa Syawal dari sisi agama.

Dikutip dari situs Nahdlatul Ulama (NU) Online, mengacu pada hadits shahih riwayat Imam Muslim, barang siapa yang berpuasa selama enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala seperti berpuasa satu tahun penuh.

Selain itu, menjalankan puasa Syawal bisa menjadi bentuk syukur kita kepada Allah atas anugerah dan rizki yang melimpah selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Selanjutnya, apa saja manfaat puasa Syawal untuk kesehatan tubuh kita?

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Seperti manfaat puasa pada umumnya, salah satu manfaat puasa Syawal adalah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Southern California yang tertarik mempelajari kaitan antara puasa dan daya tahan tubuh seseorang.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa rasa lapar selama puasa dapat memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang melawan infeksi.

Mereka menyebut puasa sebagai ‘pembalik saklar regeneratif’ yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru.

Penciptaan sel darah putih baru inilah yang membuat regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh terjadi sehingga mampu melindungi tubuh sekaligus menyingkirkan bagian-bagian dari sistem tubuh yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien selama berpuasa.

2. Mencegah timbulnya gangguan pencernaan

Manfaat puasa Syawal berikutnya adalah mencegah timbulnya gangguan pencernaan. Selama bulan Ramadan, sistem pencernaan dikondisikan untuk bekerja lebih lambat dari biasanya karena ada perubahan pola makan.

Begitu masuk hari raya lebaran, pola makan kembali normal sehingga umat Islam dapat kembali makan 3 hari sekali. Hal inilah yang dapat berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.

Supaya sistem pencernaan tidak kaget, dibutuhkan masa transisi yang biasanya memakan waktu antara 3 hari hingga 1 minggu. Maka dari itu, puasa Syawal selama 6 hari dinilai bermanfaat untuk mengendalikan masa transisi tersebut.

3. Mengendalikan gula dan lemak dalam tubuh

Saat hari raya Idul Fitri, sebagian orang mungkin mengonsumsi makanan yang berminyak, berlemak, dan mengandung tinggi gula.

Dengan menjalankan puasa Syawal, tubuh dapat mengendalikan gula dan lemak yang masuk sehingga membantu mengontrol pola makan Anda.

4. Menurunkan berat badan

Pada dasarnya, berpuasa memang dapat membuat kita makan lebih sedikit. Kadar insulin di tubuh akan menurun saat berpuasa. Namun, kadar hormon pertumbuhan dan norepinefrin akan meningkat. Hal ini yang dapat memicu tubuh untuk memecah lemak dan menggunakannya sebagai sumber energi.

Berpuasa juga dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori. Namun, bila Anda justru mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi gula saat berbuka puasa, maka keinginan menurunkan berat badan sulit diwujudkan.

5. Mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2

Menjalani puasa Syawal juga dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2. Pasalnya, berpuasa dapat mengendalikan insulin dan membantu penurunan berat badan. Kedua faktor ini dinilai memiliki hubungan erat dengan penyakit diabetes.

6. Meningkatkan kesehatan jantung

Manfaat puasa Syawal selanjutnya adalah meningkatkan kesehatan jantung. Para peneliti mengungkapkan bahwa berpuasa dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar trigliserida, yang semuanya baik bagi jantung Anda.

7. Menyehatkan otak

Sebuah studi yang dilakukan pada hewan uji mengungkapkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Selain itu, manfaat puasa juga dapat mengurangi risiko kemunculan penyakit berbahaya, seperti Alzheimer, Parkinson, dan stroke.

8. Mencegah Peradangan

Rutin berpuasa, termasuk puasa Syawal, diyakini dapat mengendalikan kadar insulin dan meredakan peradangan atau inflamasi dalam tubuh. (lna)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*