Geger, Air Sungai di Semarang Berwarna Merah Darah

air sungai di dekat Pasar Johar Semarang berwarna merah (Foto Tangkapan Layar Instagram @infosemarangterkini

VIDEO air sungai di Semarang berubah menjadi merah darah viral di media sosial. Sungai darah yang lantas dikaitkan dengan kejadian yang pernah terjadi pada zaman Nabi ini, tepatnya di dekat jembatan Pekojan Semarang inipun menghebohkan masyarakat ibu kota Jawa Tengah.

Kejadian ini baru kali pertama terjadi dalam sejarah perairan darat di Semarang. Kader Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah, Aji, mengatakan, peristiwa pencemaran sungai di Semarang ini harus dicari tahu penyebabnya.

“Sumbernya dari mana yang perlu kita cari tahu bersama, bisa disengaja atau tidak disengaja. Jika memang disengaja harus ada tindakan tegas, jika tidak disengaja solusinya masyarakat harus kita edukasi, “kata Aji, dilansir dari solopos.com.

Berdasarkan penuturan warga, penyebab aliran sungai berwarna merah di Semarang ini diduga akibat ulah orang tak bertanggung jawab. Oknum ini disinyalir membuang cairan cat tembok di seberang Klenteng Tay Kak Sie atau di Jl Inspeksi, Kauman, Semarang Tengah.

Meski begitu, Aji menduga peristiwa ini bisa saja disebabkan oleh limbah pewarna pakaian. Sebab, ia menilai meskipun Kota Semarang tidak memiliki pabrik pakaian, tapi juga dirinya menduga ada oknum distributor bahan kimia.

“Biasanya ini dikarenakan ada oknum yang mencuci bekas drum bahan kimia rogaflex red 2767 (pewarna pakaian). Walaupun sepanjang sungai Johar tidak ada pabrik pakaian, tetapi distributor bahan kimia di Semarang terbilang cukup banyak,”ucapnya.

Ia juga menjelaskan, bahan kimia tersebut dapat terurai jika debit air sungai cukup deras. Akan tetapi di sisi lain, apabila tidak dikelola dengan baik dipastikan limbah jenis bahan kimia akan berdampak terhadap lingkungan.

“Namanya limbah jenis bahan kimia jika tidak dikelola dengan sebagaimana mestinya akan menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan,” jelasnya.

Saat ditanya apabila ada orang yang sengaja membuang limbah apakah pantas diberi sanksi, Aji menegaskan persoalan hal itu agar diurusi oleh pihak yang berwenang.

Ia juga berpesan kepada masyarakat agar lebih tenang jangan mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Maka, persoalan seperti ini diserahkan kepada pihak wewenang persoalan tersebut. “Tetap tenang, jangan mudah terprovokasi isu yang belum tentu kebenaranya. Serahkan penanganan pada ahlinya. Terpenting, jaga lingkungan agar tetap lestari,” pungkasnya. (lna) JoSS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*