
PAWANG hujan yang beraksi saat berlangsungnya ajang MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika mencuri perhatian dunia. Bahkan tanda pagar #pawang jadi trending topik di Twitter mengalahkan kecelakaan yang dialami juara dunia MotoGP Marc Marquez.
Hujan mengguyur Sirkuit Mandalika menjelang race MotoGP 2022. Tak ayal, rencana balapan pun ditunda setelah sebelumnya sempat digelar race Moto3 dan Moto2. Pawang hujan pun diterjunkan untuk meredam derasnya hujan. Saat pagelaran Moto3 dan Moto2 cuaca di Sirkuit Mandalika panas terik.
Namun, tiba-tiba hujan turun sangat deras setelah dua series balap itu digelar. Rencana race MotoGP akan digelar pukul 15.00 WIT pun ditunda. Publik di lokasi balapan sempat heboh dengan peran pawang yang dinilai tidak berhasil ‘menjinakkan’ derasnya hujan.
Kehebohan serupa juga terjadi di jagat maya. Pawang hujan pun menjadi terpopuler di Twitter. Bahkan akun Twitter Presiden Joko Widodo pun diserbu oleh warganet.
Bahkan akun resmi milik MotoGP pun ikut-ikutan mencuit mengenai aksi pawang untuk meredam hujan. Akun tersebut mencuit video sang pawang hujan tengah melakukan ritual. “The Master..”
Pembalap Yamaha MotoGP Fabio Quartararo pun menyindir aksi pawang hujan dengan memperagakan aksi serupa. Aksi Fabio Quartararo dicuit oleh official MotoGP. Aksi Quartararo pun menjadi sorotan publik. Ada yang menyebut pelecehan. Namun, ada netizen yang merasa malu dengan aksi pawang hujan, karena ditertawakan oleh dunia.
Pawang Berhasil Pindahkan Hujan Namun, sesaat kemudian, setelah pawang melakukan ritual, hujan pun reda. Publik pun heboh dan menilai aksi pawang hujan telah berhasil memindahkan hujan.
Akun resmi MotoGP pun mencuit bahwa ritual yang dilakukan oleh pawang manjur. Pun warganet kembali heboh dan memuji kerja pawang hujan. Seperti diketahui, sehari sebelumnya sempat terjadi hujan deras di Sirkuit Mandalika. Saat pembalap melakukan latihan. Pawang pun beraksi meredam derasnya hujan.
Adalah Rara Isti Wulandari sebagai pawang hujan. Sosok yang akrab dipanggil Mbak Rara ini memang diminta secara khusus oleh pihak penyelenggara, yakni Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Dorna guna memastikan tidak turun hujan selama acara berlangsung.
Alih-alih, Rara pun menuturkan, hujan justru diusahakan untuk turun pada pagi hari. Hal itu ditujukan agar debu di arena balap hilang dan suhu aspal tidak terlalu panas saat siang hari.
“Jadi memang dari Dorna dan Mandalikanya minta supaya hujannya di pagi saja, sementara siang diusahakan jangan sampai hujan. Kenapa begitu, karena ini supaya aspalnya bisa sedikit basah tapi jangan sampai tergenang atau banjir, jadi buat sekadar basah saja permintaannya,” ucapnya.
Sementara itu, dalam melakukan ritual terkait, Rara pun meletakkan sejumlah sesajen di beberapa titik Sirkuit Mandalika. “Ada beberapa saya taruh sesajen seperti di bawah race control ini tepat di area masuk pit lane terus sama diujung sana dekat pintu keluar pit lane dan ada lagi di beberapa titik lain. Sesajennya ya biasa ya seperti kalau yang kita lihat di Bali sama saya juga ada menaruh beberapa balok es batu,” katanya.
Lepas dari itu, diketahui Rara mendapat bayaran cukup besar dari MGPA untuk mengatur cuaca di kawasan Sirkuit Mandalika. Dalam penuturannya kepada awak media, ia mengaku menerima bayaran mencapai tiga digit alias ratusan juta untuk 21 hari kerja. (lna)

Leave a Reply