Jangan Ditiru! Sekelompok Orang Berwisata di Material Bekas Erupsi Gunung Merapi

AKSI membahayakan dilakukan oleh sekelompok orang dengan menyusuri material bekas aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Video yang direkam oleh warga setempat, viral di media sosial ini dibagikan akun Twitter Sukiman Lintas Merapi dengan alamat @SukimanMerapi.

Dalam Video ia menuliskan keterangan “ini anak mana?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya info lengkap kelakuan ini? Cc @BPPTKG @jalinmerapi. Kalau nggak salah lokasi Kaliadem. Bagaimana jika ada susulan guguran?”.

Dalam video, tampak hamparan pasir berwarna abu-abu hampir memenuhi kali. Asap juga masih mengepul di antara material-material itu pertanda masih panas. Namun beberapa pemuda terlihat santai menginjakkan kaki di tempat itu.

Aksi masyarakat yang bermain di kawasan material vulkanik Gunung Merapi mendapat respons dari BPBD Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menegaskan masyarakat tidak diizinkan untuk mengakses lokasi tempat di mana material akibat aktivitas vulkanik Merapi berada. “Tidak boleh, risiko tinggi,” kata Makwan, dilansir dariĀ harianjogja.com, Jumat (11/3/2022).

Makwan mengatakan untuk mengantisipasi semakin banyaknya warga yang berdatangan, pemerintah sudah menutup akses masuk dan memasang rambu bahaya atau zona bahaya. Ia meminta kepatuhan dari masing-masing warga. “Kepatuhan yang utama. Kepatuhan penting,” kata dia.

Untuk diketahui, sejumlah lokasi wisata di sekitar Gunung Merapi ditutup menyusul setelah terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Merapi pada Rabu (9/3/2022) malam hingga Kamis (10/3/2022) dini hari.

Lokasi wisata itu ditutup untuk mengantisipasi bencana. Lokasi wisata yang sudah ditutup, yakni wisata Bukit Klangon di Kelurahan Glagaharjo, Bunker Kaliadem di Kelurahan Kepuharjo dan Petilasan Rumah Mbah Maridjan di Kelurahan Umbulharjo.

Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar mengarahkan agar aktivitas pariwisata di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) segera ditutup sebagai bentuk antisipasi bencana. Hal itu disampaikan kapolda dalam rapat koordinasi pasca awan panas guguran (APG) Gunung Merapi pada Rabu (9/3/2022) malam hingga Kamis (10/3/2022) dini hari.

Selain kapolda, rapat itu dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Keduanya berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan di Balai Kelurahan Kepuharjo, Kamis (10/3/2022). Dalam koordinasi pasca-APG ini dibahas beberapa hal. Salah satunya terkait penutupan aktivitas tambang galian C.

Selain itu, Kapolda DIY juga berpesan agar mengantisipasi penularan Covid-19 di barak pengungsian apabila nantinya ada yang mengungsi. Menurut Danang Maharsa, kondisi terkini di lereng Merapi Sleman sudah aman terkendali. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*