
JoSS, TURKI – Perundingan yang dilakukan Rusia dan Ukraina melalui Menteri Luar Negeri masing-masing tidak mencapai kesepakatan. Alhasip perang masih terus berlanjut, sementara Ukraina mulai membuat kuburan masal untuk mengubur 1.300 warga sipil yang tewas.
Rusia diwakili Menlu Sergei Lavrov, sedangkan Ukraina juga diwakili Menlu Dmytro Kuleba yang berlangsung di resort Antalya, Turki, Kamis (10/3/2022). Ini merupakan kali pertama negosiasi tersebut melibatkan menteri dari masing-masing pihak pada perundingan keempat.
Meski demikian, dialog yang diwakili Lavrov dan Kuleba masih mengalami jalan buntu.
“Kami tidak mengalami kemajuan (dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata), tapi setuju melanjutkan upaya mencari solusi untuk masalah kemanusiaan di lapangan,” kata Kuleba, seperti dikutip dari CNN.
“Saya akan bertemu lagi dengan format ini jika ada prospek dari diskusi yang lebih substansial dan demi mencari solusi,” ucap Kuleba.
Lavrov juga masih pada pendiriannya bahwa Rusia tidak akan menunjukkan tanda-tanda melunak.
“Kami tidak berencana menyerang negara lain. Kami tidak pula menyerang Ukraina,” Lavrov menegaskan.
Ia kembali menegaskan bahwa Rusia hanya melakukan operasi militer di Ukraina demi menjamin keamanan negaranya.
Dialog di Turki merupakan perundingan tahap keempat yang sudah dilakukan Rusia dan Ukraina. Sebanyak tiga negosiasi sebelumnya digelar di Belarus dan tak mencapai kesepakatan apapun.
Sementara itu, Kota Mariupol di Ukraina mulai menggali kuburan massal ketika korban tewas akibat gempuran Rusia terus bertambah, bahkan dilaporkan mencapai 1.300 jiwa pada Kamis (10/3).
Pemandangan itu tertangkap dalam sejumlah foto yang dirilis Associated Press pada Rabu (9/3). Dalam foto-foto itu, terlihat sejumlah pria berpakaian pelindung biru mengangkut kantong-kantong jenazah hitam.
Mereka kemudian melemparkannya ke dalam liang galian panjang. Di dalam lubang itu, sudah terlihat tumpukan kantong jenazah lainnya.
Sejumlah foto lain memperlihatkan kondisi yang lebih mengenaskan. Beberapa jenazah terlihat hanya terbungkus kain yang tampak seperti selimut.
Fotografer Associated Press yang menangkap momen-momen itu, Evgeniy Maloletka, bercerita bahwa sejumlah jasad bahkan “dibungkus karpet atau kantong kresek.” “Ada 40 [jenazah] pada Selasa, ditambah 30 lainnya pada Rabu,” ujar Maloletka, seperti dilansir dari AP.
Maloletka mengatakan, foto itu diambil di salah satu kompleks pemakaman di Mariupol. Para petugas harus menggali liang tambahan sepanjang 22 meter untuk menampung jenazah-jenazah yang terus berdatangan.
Sementara itu, serangan Rusia tak kunjung berhenti di sudut-sudut Kota Mariupol. Seorang penasihat wali kota Mariupol mengungkap, setidaknya 1.300 warga sipil tewas akibat serangan Rusia dalam sembilan hari belakangan.
“Sungguh, kami tak dapat menghitung jumlah kematian di sini. Mungkin bisa tiga atau empat kali lebih banyak. Kami bahkan tak dapat menghitung jumlah orang yang tewas akibat bom dan artileri Rusia saat sedang berjalan di jalanan,” katanya.
Ia kemudian berkata, “Kami tak tahu berapa banyak karena kami tak bisa mengumpulkan semua jasad dan menghitungnya saat ini.” (lna)

Leave a Reply