
JoSS, KLATEN – Kabar gembira bagi traveler, Wisata ke Gir Pasang Klaten kini bkal semakin mudah. Setelah menguji jalur angkutan umum bandara YIA Jogja ke Adi Sumarmo Solo via Klaten, pemerintah pusat menggarap jalur wisata Klaten, yaitu Gir Pasang di lereng Gunung Merapi, Kemalang, dan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Bayat, Klaten.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sapto Widhi Harsono mengatakan angkutan umum Klaten ke Gir Pasang dan Rawa Jombor itu siap diuji.
“Besok Senin kita bahas lagi dengan general manager Damri, Pak Boy Aryadi. Kapan uji coba trayek ke Gir Pasang kita kabari pelaksanaannya,” katanya, dilasnir dari detikJateng, Minggu (6/3/2022).
Sapto menyatakan, uji coba rute tersebut tidak akan terlalu lama. “Dalam waktu dekat ini insyaallah akan dilakukan uji coba, kemungkinan pertengahan Maret ini,” ungkap Sapto.
Menurut Sapto, rencana itu sudah disiapkan melalui beberapa kali rapat beberapa kali. “Kita sudah rapat beberapa kali dengan tim pusat dan general manager Damri. Pertama, membahas angkutan bandara YIA ke Adi Sumarmo. Kedua, jalur angkutan wisata Gir Pasang dan Rawa Jombor,” terang Sapto.
Dijelaskan Sapto, angkutan Gir Pasang sementara direncanakan ada empat trayek. Rutenya dari terminal Ir Soekarno sampai Gir Pasang, memanfaatkan jalan yang sudah ada dulu karena masih tahap uji coba.
“Dari Terminal Ir Soekarno sampai ke Gir Pasang. Nanti di Gir Pasang dibuatkan semacam terminal untuk Damri. Nanti bus dari Perum Damri semuanya” lanjut Sapto.
Baca juga: Asik, Damri Buka Rute Jogja-Jakarta Via Solo
Sedangkan untuk jalur ke Rawa Jombor hanya ada dua trayek. “Terminal ke Rawa Jombor juga bolak-balik, bus Damri semua. Tujuannya untuk pengembangan wisata di Klaten dan menyediakan angkutan wisata untuk masyarakat,” tambah Sapto.
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan mulai mengoperasikan angkutan bandara terintegrasi dari Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) ke Bandara Adi Soemarmo, Solo melalui Klaten. Saat ini, dua angkutan Perum Damri sudah mulai diujicobakan.
“Sudah sejak hari Jumat (4/3) kemarin dioperasikan. Tetapi baru sebatas ujicoba dulu,” jelas Sapto.
Operasional angkutan bandara itu, lanjutnya merupakan realisasi program beberapa waktu lalu. Untuk sementara, baru ada dua kendaraan yang diujicobakan.
“Sementara dua unit dari Perum Damri. Sudah masuk dan singgah di terminal Ir Soekarno Klaten,” sebut Sapto. Angkutan tersebut, lanjutnya, setiap hari masuk Terminal Ir Soekarno Klaten mulai sekitar pukul 10.00 WIB. Rute perjalanan angkutan ini meliputi beberapa terminal lainnya.
“Dari Bandara YIA ke Klaten, masuk Terminal Bendo Gantungan, lalu ke Terminal Ir Soekarno, masuk Sub Terminal Delanggu dan ke Bandara Adi Soemarmo. Begitu juga sebaliknya,” papar Sapto.
Angkutan tersebut bukan bus besar tetapi semacam mobil pada travel dengan kapasitas penumpang 10 orang. Ongkosnya pun relatif murah.
“Ongkosnya sebesar Rp 90.000 per orang dari bandara YIA sampai bandara Adi Soemarmo, angkutan AC. Dengan angkutan itu masyarakat bisa lebih mudah terlayani,” sambung Sapto.
Sapto menyebut, masyarakat Klaten yang ingin memanfaatkan angkutan itu bisa menunggu di Terminal Ir Soekarno, Bendo Gantungan atau Delanggu. Jadwal angkutan tersebut di Terminal Ir Soekarno sekitar pukul 10.00 WIB.
“Masyarakat yang ingin ke kedua bandara bisa menunggu di Terminal Ir Soekarno sebelum jam 10.00 WIB. Atau di terminal lainnya,” pungkas Sapto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Supriyono menjelaskan angkutan umum tersebut murni dari Perum Damri. Pemkab Klaten hanya dilewati saja.
“Angkutan bandara itu dari Damri, Klaten dilintasi. Tetapi masyarakat Klaten tentu akan lebih mudah jika ingin ke bandara,” kata Supriyono. (lna)

Leave a Reply