UGM Dorong Penggunaan Teknologi Fermentasi Jadi Alternatif Atasi Fluktuasi Harga Pakan Ternak

Ilustrasi (Foto: poultryfeedformulation.com)

JoSS, JOGJA – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendorong penggunaan aditif pakan atau teknologi fermentasi dapat menjadi salah satu alternatif bagi peternak rakyat untuk mengejar kualitas pakan komersial.

Untuk diketahui, pakan ayam menjadi komponen penting bagi peternak karena mampu menghabiskan hingga 60% dari total biaya. Komposisi pakan yang diberikan ke unggas perlu menjadi perhatian khusus agar unggas hasil peternakan dapat mencapai hasil yang maksimal. Pemberian pakan juga tergantung dengan pertumbuhan unggas.

Dosen Fakultas Peternakan UGM, Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng mengatakan tingginya persentase kebutuhan biaya pakan dari total biaya akan menyebabkan mudah berubahnya laba peternak.

Sementara itu, lanjutnya permasalahan harga pakan yang tinggi masih kerap ditemui. Komponen bahan pakan impor yang menyebabkan tingginya harga pakan komersial.

Untuk itu perlu adanya inovasi pembuatan pakan unggas untuk mengefisiensikan biaya pakan ternak khususnya bagi petani rakyat.

“Penggunaan aditif pakan atau teknologi fermentasi dapat menjadi salah satu alternatif bagi peternak rakyat untuk mengejar kualitas pakan komersial,” jelas Nanung dalam Bincang Desa #35 oleh Desa Apps UGM pada Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: INDI-UGM Gandeng CV Karui Jayapura Bangun Mini Plant Produksi Pewarna Alami Dari Limbah Kayu Merbau Jayapura

Dia menuturkan fermentasi merupakan proses yang melibatkan mikroba, substrat, dan ketepatan kondisi lingkungan sehingga mampu mengubah berbagai senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang lebih dapat dimanfaatkan.

Suhu, pH, komposisi kimia media, penanaman precursor, proses pencampuran, lama waktu fermentasi, kualitas bahan fermentor merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses dan kualitas hasil fermentasi.

“Manfaat dari teknologi fermentasi pakan selain dapat meningkatkan kualitas nutrisi bahan pakan juga dapat meningkatkan manfaat bahan pakan,” ungkap Nanung, dilansir dari ugm.ac.id.

Contoh peningkatan kualitas nutrisi yang didapat antara lain adalah meningkatnya kandungan protein, menurunnya kadar serat kasar, menurunnya kandungan senyawa anti-nutrisi, dan menurunnya toxin serta meningkatnya kecernaan pakan.

Sedangkan manfaat yang didapatkan yaitu meningkatkan kandungan probiotik dan konsentrasi asam organik, menurunkan pH, dan menurunkan kontaminasi patogen.

Fermentasi pakan yang dapat memperbaiki kinerja pertumbuhan ternak dan meningkatkan ADG (Average Daily Gain) yaitu Lactobacillus fermentum dan Bacillus subtilis dalam fermentasi gandum Aspergillus oryzae dalam fermentasi bungkil kedelai, dan Bacillus subtilis BJ-1 dalam fermentasi biji kapuk, serta Bacillus Subtilis dan A. oryzae dalam fermentasi rumput laut.

Dengan adanya pemahaman mengenai teknologi fermentasi dalam pembuatan pakan ternak diharapkan dapat menjadi alternatif solusi baru yang bermanfaat bagi peternak. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*