Pada Wisuda ke-164 Rektor Undip Ajak Tolak Sikap Pesimis “Lost Generation”

JoSS, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., mengajak semua pihak untuk menolak pendapat dan sikap pesimis bahwa generasi yang mendapatkan pendidikan secara virtual serta dibatasinya aktivitas sosial, budaya dan keagamaan akibat wabah pandemi Covid-19, akan menjadi generasi yang hilang (lost generation).

Hal itu disampaikan saat memberi sambutan pada rangkaian acara Wisuda ke-164 Universitas Diponegoro Tahun 2021 yang dilakukan selama dua hari mulai Rabu (10/11/2021) hingga Kamis (11/11/2021).

Prof. Yos Johan pada acara yang digelar menggunakan platform zoom dan live streaming via channel youtube Undip TV itu mempertanyakan, “Apakah memang demikian adanya?” Generasi yang hilang atau lost generation adalah istilah yang diperkenalkan penulis Amerika Serikat yang menetap di Paris, Gertrude Stein, untuk menggambarkan orang-orang yang tidak bisa mendapatkan kesempatan belajar karena Perang Dunia I.

Istilah tersebut kemudian dipakai novelis kenamaan Ernest Hemingway dalam epigraf untuk novel tahun 1926 buatannya The Sun Also Rises: “Kamu semua adalah generasi hilang“.  Dikatakan Lost Generation karena mereka tidak mendapatkan pendidikan secara normal akibat perang sehingga mereka kehilangan harapan, keimanan dan diliputi keputusasaan.

Sekarang ini cara pandang tersebut dipakai beberapa orang terkait dengan dilakukannya sistem belajar secara daring, yang dikhawatirkan akan menghasilkan generasi yang soliter dan kurang toleran karena kurangnya kesempatan berinteraksi dengan pihak luar.

“Cara pandang pesimitis tersebut tentu harus kita tolak bersama, karena selain keimanan kita kepada Allah SWT yang selalu mengajarkan optimisme dan berprasangka baik, Ana Inda zhanni Abdi bi wa ana ma’ahu iza zakarani. Di sisi lain dari pengalaman sejarah Indonesia adalah bangsa yang tangguh dan tahan terhadap segala perubahan zaman,” ujarnya saat memberi sambutan di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Kampus Undip Tembalang Semarang, Kamis (11/11/2021).

Memang, lanjut Prof. Yos, pandangan itu tidak bisa dipungkiri bahwa adanya perubahan mendadak atau revolusi industri 4.0 dengan disrupsi dan Wabah Covid-19 telah merubah tatanan sosial. Namun ditegaskan kekhawatiran terjadinya lost generation ini dapat diatasi dengan keimanan yang diperkuat dan tentunya keberadaan keluarga sebagai pusat pendidikan sosial yang menjadi pilar utama dalam pembangunan dan pendidikan akhlak saat ini.

“Jangan bersedih, tak perlu khawatir menghadapi kondisi saat ini. Tetaplah berpikir positif, perkuat keimanan. Insya Allah kita akan diberikan kemudahan kelancaran dalam menempuh karir di masa yang akan  datang sesuai janji Allah Inna ma’al ‘usriyusron atau sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan,” ujarnya, dilansir dari undip.ac.id.

Pada Wisuda ke-164, berdasarkan laporan Ketua Senat Akademik Undip Prof. Ir. Edy. Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU, diikuti 2.563 mahasiswa. Mereka terdiri dari lulusan Program Doktor sejumlah 29 orang, Magister berjumlah 200 orang, Spesialis ada 53 orang, Profesi 118 orang, Sarjana sebanyak 1577 orang. Sementara dari program Diploma III berjumlah 544 orang dan Diploma IV sebanyak 42 orang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*