
AKSI berebut susu BearBrand atau susu beruang di sebuah supermarket yang viral di media sosial mengundang keprihatinan warganet. Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di negeri ini membuat masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan susu yang diklaim mampu meyembuhkan infeksi virus corona.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @kegoblogan.unfaedah, Sabtu (3/7/2021) diperlihatkan suasana sebuah sudut supermarket yang semula sepi mendadak dipenuhi warga yang hendak membeli susu.
Sejumlah warga tersebut bahkan berlarian dan berlomba-lomba untuk menjadi yang paling cepat sampai di bagian yang menjual susu kaleng bergambar beruang itu. Beberapa pegawai supermarket yang sedang berjaga pun tampak panik dan ketakutan melihat sejumlah pembeli datang secara bergerombol, berebut dan berdesak-desakan.
Seorang pria yang sampai terlebih dahulu tampak segera mengambil dua pack susu kaleng dan memasukkannya ke dalam troli.
Tak lama kemudian, datang sejumlah orang yang juga hendak membeli susu kaleng tersebut. Mereka lantas saling dorong dan berebut untuk mendapatkan susu tersebut. Saking hebohnya mereka berebut, ada sebuah troli yang terjatuh hingga isinya tumpah.
Aksi para warga yang berebut membeli susu kaleng itu diduga sebagai wujud panic buying menjelang penerapan PPKM darurat 3-20 Juli 2021.
Baca juga: PT Harsen Lakukan Produksi Ilegal Ivermectin, BPOM Ancam Cabut Izin Produksi Hingga Pidana
Menyikapi hal itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, minum susu beruang tak bisa mengobati Covid-19.
Zubairi menjelaskan, kandungan susu beruang tidak bisa membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Artinya, minum susu beruang tak lantas akan membuat pasien Covid-19 sembuh.
“Susu beruang untuk mengobati Covid-19, ya, tentu saja tidak bisa. Susu beruang tak bisa mematikan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19,” kata Zubairi, sepertidilansir dari CNNIndonesia, Minggu (4/7/2021).
Ia menyampaikan, tidak ada jenis susu yang lebih baik di antara satu dengan lainnya. Setiap produk susu yang dijual di pasaran umumnya memiliki kandungan gizi yang sama.
Hal itu juga berlaku pada produk susu beruang yang dijual di pasaran. Produk susu apa pun biasanya kaya akan kandungan protein, karbohidrat, serta dilengkapi vitamin dan mineral. “Kecuali susu kental manis yang kadar proteinnya rendah,” ucap Zubairi.
Selain itu, Zubairi juga mengimbau agar masyarakat tidak pilih-pilih konsumsi produk susu di masa pandemi Covid-19. Sebab, selain karena kandungan gizinya yang sama, ada asupan lainnya yang diperlukan untuk menjaga kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa untuk menjaga daya tahan tubuh tetap fit sebagai upaya pencegahan Covid-19, tidak bisa dilakukan hanya dengan minum susu. Perlu konsumsi makanan sehat bergizi lainnya yang terdiri dari sayur, buah, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
“Sama saja sebenarnya mau minum susu beruang atau susu bubuk lainnya itu silakan saja. Tapi, nutrisi yang baik itu harus juga mengandung sayur, buah, karbohidrat, vitamin, mineral,” tuturnya.
Meski demikian, konsumsi susu tetap disarankan untuk asupan protein harian. Kandungan protein bisa didapat di produk susu mana pun, tidak hanya susu beruang.
Sebagaimana diketahui, susu beruang sedang marak diburu masyarakat karena diyakini bisa menyembuhkan Covid-19. Produk susu beruang menjadi langka di minimarket karena jadi sasaran warga.
Namun, yang perlu dicatat adalah, hingga saat ini, belum ada satu pun bukti yang menemukan konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu bisa menyembuhkan Covid-19. (lna)

Leave a Reply