Tak Hanya Bali, Work From Yogyakarta Juga Tak Kalah Menarik

Ilustrasi (Foto: youtube Romi Shaga)

JoSS, JOGJA – Pemerintah pusat tengah mempersiapkan kebijakan work from Bali (WFB) atau bekerja dari Bali akan dimulai secara bertahap pada Juli 2021 atau kuartal ketiga (Q3). Hal yang sama juga dilakukan Pemerinah Kota Jogja, dengan sejumlah persiapan untuk Work from Yogyakarta (WFY).

WFB merupakan program pemerintah yang mengajak masyarakat agar bekerja dari Bali. Lokasi pelaksanaan program itu adalah Nusa Dua yang memiliki akomodasi memadai untuk menginap sekaligus bekerja bagi wisatawan. Terlebih kawasan dan semua hotel di Nusa Dua sudah mengantongi sertifikat CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, and Environment.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi perekonomian dari tekanan pandemi COVID-19 terus dilakukan Kota Yogyakarta salah satunya memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk mewujudkan program WFY.

“Saya kira sarana dan prasarana terkait kebutuhan work from Yogyakarta sudah siap,” katanya, seperti dilansir dari harianjogja.com.

Menurutnya, kesiapan tersebut di antaranya meliputi jaringan dan kecepatan internet yang bisa diandalkan hingga ketersediaan tempat kerja yang nyaman.

“Yogyakarta memiliki banyak co-working space dengan fasilitas yang cukup memadai. Baik yang dikelola pemerintah maupun sektor swasta. Semuanya siap untuk dimanfaatkan mendukung kerja jarak jauh ini,” katanya.

Ia memastikan, para pekerja bisa menjalani rutinitas perkerjaan dengan baik, bekerja maksimal sekaligus menikmati suasana hingga berbagai objek wisata di Yogyakarta.

Heroe menambahkan, jika program ‘work from Yogyakarta’ dilaksanakan maka akan menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi yang disebut Jogja untuk Semua setelah selama satu tahun terakhir menggerakkan Jogja untuk Jogja.

Baca juga: Jogja Siapkan Paket Wisata Sehat, Apa Saja Syaratnya

“Kota Yogyakarta mulai membuka diri untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selama satu tahun terakhir, kami lebih fokus pada upaya untuk menggerakkan perekonomian dengan mengandalkan kekuatan masyarakat secara mandiri karena pariwisata dan pendidikan belum berjalan optimal,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan siap apabila kementerian menjalankan program WFY menyusul program yang sama yang dilakukan di Bali.

“Tentunya kami menyambut baik program itu jika memang benar akan dilakukan di Yogyakarta karena dalam kondisi seperti sekarang ini yang kami lakukan adalah memastikan layanan pariwisata yang prima,” katanya.

Dengan program work from Yogyakarta, lanjut dia, maka diharapkan kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exibition) akan kembali menggeliat.

“Saya kira seluruh pelaku usaha jasa pariwisata pun siap jika program dilanjutkan ke Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DI Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan paket Work From Yogya ini dikerjakan dengan menaikkan status program sebelumnya, yakni Work From Hotel yang telah berlangsung di awal pandemi Covid-19.

Di DI Yogyakarta, menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2019, tercatat ada 163 hotel bintang dan 1.817 hotel non-bintang. Singgih perlu memastikan persiapan program WfY dengan mulai memetakan hotel mana yang sudah siap untuk melaksanakannya.

Mengenai koneksi internet, Singgih memastikan seluruh kawasan di Yogyakarta sudah dapat mengakses internet dengan lancar. Tak hanya kemudahan untuk bekerja, dia melanjutkan, Yogyakarta juga punya keunggulan lain untuk menerapkan WFY, yakni aneka kuliner yang lezat dan murah serta hospitality yang mendukung. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*