Sinetron ‘Suara Hati Istri-Zahra’ di Indosiar Dikecam, KPI Didesak Turun Tangan

SINETRON Indosiar berjudul ‘Suara Hati Istri – Zahra’ menuai kritikan dari publik. Pemicunya adalah, salah satu pemeran di sinetron tersebut masih berusia 15 tahun (LCF) yang masih berstatus sebagai pelajar.

Hal ini sangat ironis, mengingat pemerintah saat ini tengah gencar mengkampanyekan tidak menikah pada usia dini. LCF berperan sebagai Zahra yang menjadi sosok istri ketiga di sinetron tersebut. Ada adegan suami istri yang ditampilkan dalam sinetron tersebut.

Judul ‘Malam pertama Zahra dan pak Tirta! Istri Pertama dan Kedua Panas?’ dan ‘Zahra Hamil! Pak Tirta dan Zahra Semakin Mesra’ merupakan episode yang paling disoroti netizen.

Banyak yang mengadukan persoalan ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Selain itu, sutradara Ernest Prakasa juga turut buka suara. Dia menyayangkan usia pemeran sinetron yang dinilai masih sangat muda.

“Karna banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati, maka biar saya yang bersuara. Wahai indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun,” tulis Ernest di akun Instagram-nya, Selasa (1/6/2021).

Ernest mengingatkan bahwa tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Ernest kemudian mempertanyakan apakah hal tersebut adalah yang wajar.

“Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?” sambungnya.

Baca juga: Abdee Slank Digunting Rambutnya Di Forum Direksi dan Komisaris Telkom, Ketum Rejo: Kurang Tepat

Ernest pun mendapat dukungan dari netizen. Banyak yang sependapat dengan Ernest, termasuk sutradara Angga Sasongko. Dia bahkan mengetag langsung akun resmi KPI Pusat.

Inilah yang membuat penonton ramai-ramai memprotes sinetron itu. Mereka terganggu oleh jalannya cerita yang memaksa LCF beradegan mesra dengan pemeran utama pria, yakni Panji Saputra yang berusia 39 tahun.

Netizen menilai sinetron itu seolah membenarkan praktik pedofilia dan pernikahan dini yang dipaksakan. Kata kunci Suara Hati Istri Zahra sempat menjadi trending topic di Twitter pada Selasa, 1 Juni 2021.

Para pengguna Twitter meminta Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI menurunkan sinetron ini. “Take down drama Suara Hati Istri – Zahra. Ada ide yang bagus kan? Kenapa itu drama seolah-olah ngajarin buat pedofilia? Kenapa enggak ngide bikin film mengajarkan bahaya pedofilia? Tolong suruh pihak drama kalau mau cast orang juga pertimbangan banyak pihak,” cuit @whome.

“Halo, selamat siang KPI. Saya ingin memberitahukan bahwa di Indosiar saat ini sedang tayang Mega Series dengan judul Suara Hati Zahra. Di situ diceritakan Zahra sebagai siswi SMA yang menikah dengan laki-laki yang sudah berumur dan menjadi istri ketiganya,” cuit @xblue.

Netizen pun mengikuti saran KPI bagaimana cara melaporkan program yang dianggap tak layak tayang. Seperti template yang dibuat KPI, cara pelaporan adalah menyebutkan nama acara, nama stasiun televisi atau radio, jam dan tanggal tayang, dan poin terakhir isi aduan.

Maka, beberapa netizen membuat cuitan seragam. “Nama acara: Suara Hati Istri – Zahra. Stasiun TV: Indosiar. Jam dan tanggal tayang: setiap hari 18.00. Isi aduan: perempuan di bawah umur (15 tahun) beradegan dewasa dengan pria umur 39 tahun @KPI_Pusat,” cuit balladcreatures.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari KPI  maupun Indosiar berkaitan dengan tayangan program Suara Hati Istri – Zahra itu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*