Kebakaran di Rumah Lilin Kelenteng Sam Poo Kong Berhasil Dipadamkan

Petugas Damkar berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di Kompleks Klenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu Kota Semarang Jawa Tengah Senin (11/5). Titik api berasal dari Rumah Lilin yang berada dibangunan utama Kelenteng (Foto: net)

JoSS, SEMARANG – Kebakaran terjadi di kompleks Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/5/2021) pagi. Kebakaran meludeskan tempat lilin yang berada di depan bangunan utama Sam Poo Kong. Dari keterangan yang dihimpun, petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.

Dari video yang beredar di media sosial, kebakaran tak sampai menjalar di sejumlah bangunan ibadah di Sam Poo Kong. Petugas pemadam kebakaran (damkar) tampak sigap memadamkan api yang membakar lilin berukuran besar.

Sementara itu, munculnya kepulan asap hitam yang membubung tinggi dari dalam kompleks kelenteng Sam Poo Kong sempat menarik perhatian sejumlah pengendara maupun warga yang melintas di kawasan tersebut.

Sejumlah pengendara mengabadikan peristiwa tersebut, sebagian lainnya hanya berkerumun. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi pihak pengelola Sam Poo Kong terkait penyebab maupun kerugian yang disebabkan kebakaran.

Sugeng, satu di antara petugas keamanan Komplek Klenteng Sam Poo Kong, mengatakan  asap yang membumbung tinggi itu berasal dari lilin yang terbakar.

“Jam 07.00 WIB kejadiannya, yang terbakar lilin yang ada di rumah lilin. Bukan bangunannya Klenteng yang terbakar,” jelasnya. Ia menambahkan, api tak merambat ke bangunan, hanya membakar tumpukan lilin.

“Tidak sampai merambat ke bangunan lainya,” tambahnya, dikutip dari tribunjateng.com.

Sekitar pukul 09.00 WIB, mobil Damkar yang terparkir di dalam komplek Klenteng meninggalkan lokasi, ketika api benar-benar telah padam. Dari kejauhan, di rumah lilin tempat asal mula api nampak basah terkena air dari yang digunakan tim Damkar.

Situs Sam Poo Kong, merupakan tempat wisata populer di Semarang sekaligus menjadi tempat peribadatan bagi masyarakat tradisional Tionghoa di Semarang. Sam poo Kong juga merupakan salah satu kelenteng terbesar di Asia tenggara.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Kasus Peredaran Alat Rapid Test Tak Berizin

Kelenteng ini bermula dari kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Pantai Simongan, Semarang. Saat itu, juru mudinya yang bernama Wang Jing Hong sakit keras. Sebuah gua batu pun dijadikan tempat untuk mengobati Wang Jing Hong dan peristirahatan Zheng He.

Sementara juru mudinya menyembuhkan diri, Zheng He melanjutkan pelayarannya ke Timur untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah.

Setelah sembuh dari penyakitnya, Wang memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun rumah dan membangun relasi dengan penduduk setempat. Lingkungan di sekitar gua pun berkembang menjadi makmur karena hidupnya aktivitas perdagangan dan pertanian.

Untuk menghormati pimpinannya, Wang pun mendirikan patung Zheng He untuk dihormati dan dikenang masyarakat sekitar di gua batu tersebut. Inilah yang asal mula dibangunnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang.

Nama Sam Poo Kong diambil dari nama Laksamana Zheng He sendiri. Dia terlahir dengan nama Ma San Bao. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti gua San Bao. Hingga saat ini, tempat petilasan itu dikenal dengan nama Sam Poo Kong.

Kelenteng yang berlokasi di Jalan Simongan Raya Nomor 129 ini terbuka untuk umum, baik itu yang berwisata atau sembahyang. Di dalamnya ada beberapa bangunan yang bisa dikunjungi.

Yakni, tempat pemujaan Dewa Bumi, makam Kyai Juru Mudi, tempat pemujaan Sam Poo Kong, makam Kyai Djangkar, tempat Nyai Cundrik Bumi, dan tempat Kyai Nyai Tumpeng. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*